IBC, JAKARTA – Tahukah kamu kalau Novel Coronavirus (2019-nCoV) merupakan virus jenis baru yg masih satu keluarga dengan SARS dan MERS.

“Virus ini menjadi penyebab wabah Penumonia di Tiongkok, belum diketahui secara jelas bagaimana penularannya namun diduga berasal dari pasar hewan Huanan,” tulis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui akun twitter resmi @KemenkesRI, Kamis (23/1/2020).

Pada 30 Desember 2019 hingga 5 Januari 2020 di Wuhan, Tiongkok dilaporkan sebanyak 59 kasus suspek dan 7 kasus dalam kondisi berat. Jumlah ini terus meningkat, sampai 21 Januari 2020 sebanyak 218 warga Tiongkok tertular virus nCoV.

Virus ini bisa menyebabkan penyakit ringan (common cold, pilek) sampai berat (MERS dan SARS). Lalu apa gejalanya?

Demam melebihi 38 derajat celcius, batuk dan sesak napas. Pada kasus yang lebih parah, infeksi dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, bahkan kematian.

Di Indonesia, apakah sudah ada laporan terkait Novel Coronavirus?

Hingga saat ini belum ada laporan terkait virus corona di Indonesia. Kendati demikian, masyarakat dihimbau untuk tetap waspada dan tidak panik.

Bagaimana langkah Kemenkes untuk mencegah penularan virus tersebut?

  1. Meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan di pintu masuk negara baik darat, laut dan udara;
  2. Mengaktifkan penggunaan termoscanner di 135 pintu masuk negara;
  3. Memberikan health alert card & KIE pd penumpang;
  4. Kemenkes telah menerbitkan Surat Edaran pada seluruh Dinkes Provinsi, Kabupaten/Kota, Rumah Sakit (RS) Rujukan, KKP, dan BTKL untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam menghadapi penyakit ini;
  5. Menyiapkan 100 RS Rujukan untuk menangani penyakit infeksi emerging;
  6. Menyiapkan logistik.

Meski demikian masyarakat dihimbau untuk tetap tenang dan selalu waspada.

Apabila akan melakukan perjalanan ke Tiongkok terutama Kota Wuhan agar memperhatikan hal-hal berikut guna menghindari penularan penyakit pneumonia.

Penulis : FA | Editor : YES