IBC, JAKARTA – Siapa tak kenal sosok Johny Indo pria kelahiran Garut, Jawa barat ini. Bernama asli Johanes Hubertus Eijkenboom ini pernah dijatuhkan hukuman 14 tahun di Nusakambangan, akibat perbuatannya merampok toko mas tahun 1979 di Cikini, Jakarta Pusat.

Namun bagi rakyat jelata ia adalah sosok pahlawan, pasalnya hasil dari kejahatannnya dibagikan kepada masyarakat yang tidak mampu. Wajar saja jika masyarakat menganggap dirinya sebagai pahlawan.

Begitu juga pada tahun 2014 yang lalu, saat suhu politik nasional sedang memanas, Johny Indo hadir mewakafkan dirinya sebagai relawan Jokowi dengan alasan yang sangat masuk akal dan sederhana, bahwa ia hanya ingin adanya perubahan, dengan berpartisipasi bergabung bersama organisasi relawan Jokowi.

Menurut Ketua Umum Komite Rakyat Nasional-Jokowi, Abdul Havid Permana mengatakan, bahwa tahun 2014 Johny Indo mendatangi kantor Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kornas-Jokowi di Menteng, Jakarta Pusat, untuk bergabung bersama Kornas-Jokowi.

“Waktu itu saya juga kaget, sosok Johny Indo sebagai legendaris hadir dihadapan kami. Ditambah lagi mau bergabung dengan kornas,” ujar Havid saat memberikan keterangannnya kepada IBC melalui telepon selularnya, Minggu (26/1/2020).

Lanjut Havid, Johny Indo saat itu menyatakan kepada dirinya, bahwa ia ingin masuk Kornas, “pokoknya saya ikut kang Havid, yang pentingkan pak Jokowi,” kata Johny kepada Havid.

Havid juga mengenang, bahwa sosok legendaris itu sangatlah pendiam, memiliki kharismatik yang cukup tinggi. “Saya ingat bang Johny ini pendiam, tapi kharismatik,” kenang Havid.

Johny Indo menggunakan pakaian warna serba hitam saat datang di Sekretariat Kornas. “Beliau menunjukan bahwa dirinya orang yang nasionalis,” kenangnya lagi.

Selain itu kata Havid, Johny Indo juga mengajak dirinya untuk main ke pesantrennya yang berada di Bogor, “Ayo kang Havid, main ke pesantren saya, nanti saya kasih batu akik,” tutur Havid.

Imbuhnya, Johny pernah menegaskan dirinya sebagai relawan Jokowi dengan kehadirannya di acara Gruduk Bunderan HI, Jakarta bersama rombongan Kornas-Jokowi Provinsi Jawa Barat yang dipimpin Isman Muslim pada tahun 2014 yang lalu.

“Pernah juga saya bersama-sama bang Johny ke Tugu Proklamasi pada saat syukuran kemenangan,” sambung Havid.

Kendati demikian Havid menuturkan bahwa ia dan Kornas-Jokowi sangat kehilangan sosok legendaris itu, “Bang Johny adalah simpatisan Kornas-Jokowi terlebih lagi kepada Presiden Jokowi, yang turut mendulang suara di Bogor,” terang Havid melanjutkan.

Tak luput ia mengucapkan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Johny Indo, “semoga almarhum dilapangkan kuburnya, segala amal kebaikannya diterima oleh Allah SWT. Amiin YRA….. Dan kepada keluarga yang ditinggalkan agar tabah menghadapi cobaan,” pungkas Havid.

Penulis : AI|Editor : SD
copy Editor : AS