IBC, BEIJING – Kesimpangsiuran informasi terkait misteriusnya Virus Korono yang baru-baru ini terjadi, tentunya membuat dunia Internasional cemas, dan mengantisipasi masuknya Virus tersebut ke negara masing-masing. Tak terkecuali Indonesia.

Akan hal itu, berdasarkan rilis resminya Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok Cabang Wuhan, Nur Musyafak menyatakan, bahwa mahasiswa dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Provinsi Wuhan sebanyak 93 orang tidak ada yang terkena Virus Korona.

“Jumlah mahasiswa dan WNI di Wuhan 93 orang terhitung 24 Januari 2020, pukul 11.00 waktu Wuhan tidak ada laporan WNI di Kota Wuhan yang terjangkit Virus Korana,” tulis Nur Musyafak dalam rilisnya yang diterima IBC, Senin (27/1/2020).

Menurutnya, semua mahasiswa rata-rata tinggal di asrama dan selalu dalam pantauan kampus. Hampir seluruh kampus Wuhan melakukan tindakan pencegahan dengan memberikan masker, sabun cair dan thermometer gratis kepada mahasiswa.

“PPIT Wuhan selalu berkoordinasi dengan KBRI Beijing, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI, dan telah bergabung dengan group Wechat untuk mempermudah komunikasi dan konsultasi,” paparnya.

Selain itu juga ia menegaskan, bahwa WNI di Wuhan selalu dimonitor oleh KBRI Beijing setiap saat. “KBRI minta untuk tidak panik. Akses memang di tutup sementara, baik kereta, pesawat, bus dari Wuhan untuk mengurangi resiko penyebaran Virus Korona,” beber Nur Musyafak.

Begitu juga Nur menambahkan, bahwa supply ke Wuhan tidak terganggu dan supermarket akan tambah stok makanan.

Penulis : DN|Editor : DB