IBC, TALIABU – Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Pulau Taliabu, akan segera melakukan pendataan Tenaga Kerja Asing (TKA) di Pertambangan PT Adidaya Tangguh Kabupaten Pulau Taliabu yang belum terdata secara legal.

Terkait hal ini, Kadis Nakertrans Kabupaten Pulau Syahjuan Fatgehipon mengatakan bahwa terkait pendataan TKA yang ada di PT Adidaya Tangguh, tanpa melewati Dinas Naker-trans Kabupaten Pulau Taliabu.

“Yang menjadi persoalannya adalah terkait pendataan TKA itu langsung melalui Provinsi, tidak lagi ke Kabupaten. Sekarang kalau “IMTA” ada di kita berarti kalau mereka (TKA- red) punya masa berlakunya visa sudah mau berakhir harusnya lapor ke kita, supaya kita bisa tahu berapa jumlahnya. Nah persoalannya sekarangkan kewenangannya ada di Provinsi,” ucap Syahjuan saat diwawancarai IBC di kantornya, Senin (27/1/2020).

Selain itu, Syahjuan memaparkan mengenai persoalan-persoalan yang ada di tambang, imbasnya Dinas Nakertrans menjadi sasaran perosalan jikalau ada permasalahan yang menyangkut pertambangan.

“Jadi yang kita terima disini sampah, kenapa saya bilang begitu, karena jika terjadi keributan disana (pertambangan-red) kita yang selesaikan, kemarin kan orang tambang turun kesini langsung hearing ke DPRD kalau tidak salah 7 kali sampai ada yang bawa pisau dan karung, dan yang selesaikan itu saya diruangan ini tanpa sepersen pun dari tambang,” paparnya

Selanjitnya Syahjuan berharap agar pihak pemerintah daerah DPRD segera melakukan regulasi agar adanya kewenangan bekerja dan sebagai pemasukan Pemasukan Asli Daerah (PAD).

“Saya sempat bilang walaupun bukan resmi, ke beberapa teman-teman dari DPRD yang saya kenal baik, karena ini menyangkut PAD juga gimana kalau dibuatlah regulasi, supaya paling tidak kita di kasih kewenangan mungkin dalam bidang apa k apa k, terkait dengan retribusi atau bagaimana perpanjangan izin apa, supaya paling tidak nanti daerah bisa punya penghasilan tambahan ke PAD, tapi sampai saat ini kan belum, karena lemahnya kita tidak ditunjang oleh aturan,” harapnya sambil mengakhiri wawancara.

Penulis : Havid | Editor : AS