IBC, TALIABU – Salah satu warga Desa Wayo Kecamatan Taliabu Barat mengeluh terkait dengan agenda bantuan yang dilaksanakan oleh Dinas Perumahan Dan Kawasan Permukiman pada tahun 2019 lalu.

Terkait hal ini, Tarso Samuda (48) mengatakan bahwa bantuan rumah tidak layak huni saya itu nama saya sudah terdata namun diganti.

“Saya sudah di data oleh pihak Pemerintah Desa Dan Dinas Perumahan mengenai masyarakat yang rumahnya butuh di rehab, tapi sudah diganti orangnya, sebelumnya kan kelompok kami itu ada 7 orang tapi setelah barangnya sudah ada, saya cek nama saya sudah tidak ada,” ucap Tarso saat ditemui wartawan IBC di kediamanannya, Selasa (28/1/2020).

Sementara itu Kepala Desa (Kades) Desa Wayo Sofyan Hasan mengungkapkan mengenai data yang diganti mereka tidak tahu.

“Maunya saya itu semua masyarakat dapat semua kenapa harus setengah-setengah, Kegiatan itu dari Dinas Perumahan, justru saya yang mendata kesana, tapi dia keluar saya sudah tidak tahu,” ungkap Sofyan saat dimintai konfirmasi IBC di Kantor Desa pada hari yang sama.

Sofyan menjelaskan sebetulnya bantuan rehab rumah ini diprioritaskan untuk Desa Sehu.

“Bantuan rehab rumah ini sebenarnya diprioritaskan pada Desa Sehu, cuma karena ada yang menolak sehingga yang menolak disana itu disisipkan disini (Desa Wayo, – red),” tutupnya seraya menjelaskan.

Penulis : Havid | Editor : AS