IBC, JAKARTA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan darurat kesehatan dunia atas wabah virus corona yang menjadi perhatian internasional.

“Alasan utama pernyatan ini bukan karena apa yang terjadi di Tiongkok, tetapi karena apa yang terjadi di negara lain,” ungkap Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konperensi pers di Jenewa, Jumat (31/1/2020) dini hari.

Tedros memaparkan secara total ada 7834 kasus virus corona di seluruh dunia dan yang terbanya ada di Tiongkok.

“Kita harus ingat bahwa ini adalah manusia, bukan angka. Sevara. total, sekarang ada 7834 kasus yang dikonfirmasi, termasuk 7736 di Tiongkok, mewakili hampir 99% dari semua kasus yang dilaporkan di seluruh dunia. 170 orang telah kehilangan nyawa karena wabah ini, semuanya di Tiongkok,” paparnya.

Dirinya menambahkan ada 98 kasusu yang terjadi di 18 negara di luar China dengan 8 kasus penularannya dari manusia ke manusia.

“Sekarang ada 98 kasus di 18 negara di luar China, termasuk 8 kasus penularan dari manusia ke manusia di empat negara: Jerman, Jepang, Vietnam, dan Amerika Serikat,” tambahnya.

Memurut Tedros kecepatan Cina mendeteksi wabah, mengisolasi virus, merangkai genom dan membaginya dengan WHO dan dunia sangat mengesankan, dan tanpa kata-kata. Begitu juga komitmen Cina untuk transparansi dan untuk mendukung negara lain.

“Dalam banyak hal, China sebenarnya menetapkan standar baru untuk respons wabah. Itu tidak berlebihan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tedros memberikan rasa hormat dan terima kasih yang mendalam kepada ribuan profesional kesehatan yang berani dan semua responden garis depan, yang di tengah-tengah Festival Musim Semi, bekerja 24 jam untuk merawat orang sakit, menyelamatkan nyawa dan mengendalikan wabah ini.

“Berkat upaya mereka, jumlah kasus di seluruh dunia sejauh ini tetap relatif kecil,” ucapnya.

Sejauh ini Tedros menuturkan kami belum melihat kematian di luar Tiongkok, yang karenanya kami semua harus bersyukur. Ia menyebutkan meskipun jumlah ini masih relatif kecil dibandingkan dengan jumlah kasus di China, kita semua harus bertindak bersama sekarang untuk membatasi penyebaran lebih lanjut.

“Sebagian besar kasus di luar Tiongkok memiliki riwayat perjalanan ke Wuhan, atau kontak dengan seseorang dengan riwayat perjalanan ke Wuhan,” sebut Tedros.

Ia menegaskan kekhawatiran terbesar kami adalah potensi penyebaran virus ke negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, dan yang tidak siap untuk menghadapinya.

“Biar saya perjelas: pernyataan ini bukan pemungutan suara tidak percaya di Cina. Sebaliknya, WHO terus memiliki kepercayaan pada kapasitas China untuk mengendalikan wabah,” tegas Tedros.

Di akhir konperensi persnya, Tedros menghimbau kepada masyarakat Cina dan semua orang di dunia yang terkena dampak wabah ini, kami ingin Anda tahu bahwa dunia mendukung Anda. 

“Kami bekerja dengan rajin dengan mitra kesehatan masyarakat nasional dan internasional untuk mengendalikan wabah ini secepat mungkin,” imbaunya.

WHO mengeluarkan rekomendasi-rekomendasi di tujuh bidang utama.

Pertama, tidak ada alasan untuk tindakan yang tidak perlu mengganggu perjalanan dan perdagangan internasional. WHO tidak merekomendasikan membatasi perdagangan dan pergerakan.

“Kami meminta semua negara untuk mengimplementasikan keputusan yang berbasis bukti dan konsisten. WHO siap memberikan saran kepada negara mana pun yang mempertimbangkan langkah mana yang harus diambil,” tuturnya.

Kedua, kita harus mendukung negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

“Ketiga, mempercepat pengembangan vaksin, terapi dan diagnostik,” beber Dagros.

Keempat, kata dia, memerangi penyebaran desas-desus dan informasi yang salah.

“Kelima, mengkaji rencana kesiapsiagaan, mengidentifikasi kesenjangan dan mengevaluasi sumber daya yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mengisolasi dan merawat kasus, dan mencegah penularan,” sambungnya.

Keenam, lanjutnya, berbagi data, pengetahuan, dan pengalaman dengan WHO dan dunia.

Dan ketujuh, “satu-satunya cara kita akan mengalahkan wabah ini adalah agar semua negara bekerja bersama dalam semangat solidaritas dan kerja sama. Kita semua terlibat bersama, dan kita hanya bisa menghentikannya bersama,” pungkasnya.

Penulis : FA | Editor : AS