IBC, JAKARTA – Presidium NGO Banten yang terdiri dari gabungan beberapa organisasi masyarakat Banten kembali turun ke jalan suarakan aspirasinya ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, Jum’at, (31/01/2020).

Mereka datang ke lembaga anti rusuah tersebut meminta agar dalam menegakkan Supremasi Hukum kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan tersangka Chaeril Werdana (Wawan) tidak tebang pilih.

“Kami hari ini datang kembali ke lembaga anti rusuah ini guna mendorong segera mengungkap dugaan kasus TPPU yang diduga melibatkan Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah dengan dugaan telah menerima aliran dana sebesar 5 milliar untuk keperluannya pencalonannya pada pemilihan bupati tahun 2015 lalu,” kata Kordinator Aksi, Andi Permana, Jum’at, di Jakarta, (31/01/2020).

Dalam kesempatan tersebut, Ia juga mendesak KPK untuk memanggil Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diani yang merupakan istri dari tersangka kasus TPPU Tubagus Chaeril Wardana atau Wawan yang juga diduga telah menerima dana sebesar 2,9 milliar untuk pencalonannya pada pilkada Tangsel tahun 2010-2011.

“Kita juga mendesak KPK agar manggil Wali Kota Tangsel yang juga diduga telah menerima aliran dana dari Wawan sebagaimana telah dibeberkan dalam surat dakwaan jaksa KPK yang dibacakan di pengadilan tindak pidana korupsi di Jakarta pada kamis 31 oktober 2019 lalu,” paparnya.

Selain itu, lanjut Andi NGO Banten juga mendesak agar KPK memanggil nama-nama yang disebut juga telah menerima aliran dana dari Wawan lainnya, baik itu Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun panitia lelang.

“Agar supremasi hukum dapat ditegakkan tanpa tebang pilih, siapa pun itu,” tandas Andi dalam rilisnya yang diterima redaksi, Sabtu (1/2/2020).

Sementara itu, Staf Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Tata Kartika yang datang menghampiri para peserta aksi di depan gedung menyatakan bahwa, sampai saat ini proses sedang berjalan terus, dan dalam kasus ini, ia meminta agar terus di kawal.

“Proses sedang berjalan terus, ada 500 saksi yang kita panggil untuk kasus ini, oleh karena itu kami juga minta kawan-kawan dari Ormas dan LSM untuk mengawal kasus ini,” tutupnya.

Sementara itu Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah saat dimintai konfirmasinya oleh redaksi melalui pesan singkat Whatsapp mengatakan, bahwa Chaeril Werdana (Wawan) suaminya Wali Kota Tangerang Selatan tahun 2015 telah masuk.

“Tahun 2015 pak Wawan udah masuk. Gimana pak Wawan bisa ngurusin saya, ngurus dirinya sendiri aja lagi pusing,” pungkas Bupati singkat.

Menurutnya pemberitaan yang dialamatkan kepada dirinya telah banyak perubahan, misalnya diawal sebelumnya dikatakan bahwa Ratu Tatu menerima aliran dana waktu pilkada 2010, sedangkan lanjut dia sekarang diubah menjadi 2015.

Penulis : ZK|Editor : DB