IBC, MERANTI – Jagat media sosial (medsos) di Kota Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau, menjadi heboh menyusul beredarnya video tak lazim yang dilakukan oleh seorang pelajar salah satu Sekolah Menengah Umum Pertama Negeri (SMPN) di Selatpanjang.

Pasalnya, pelajar yang berinisial RN (15) duduk dikelas 8/2 itu terkesan memperolok-olok dua agama secara bersamaan, yaitu membaca salah satu surah alqur’an (Alfatehah) sambil memegang dan menggerakkan Hio (lidi penyembahan umat Budha), dengan reaksi penuh canda dan tawaan.

Video dengan durasi sekitar 26 detik itu jelas memperlihatkan pelajar tersebut bersama temannya dengan masih menggunakan pakaian melayu dari seragam sekolah, memperagakan ritual salah satu agama dengan mengucapkan bacaan ayat Al-qur’an

Sebagai mana diakui Kepala Sekolah tersebut kepada awak media, ketika dihubungi melalui sambungan teleponnya, bahwa pelajar tersebut adalah siswanya, dan kejadian itu terkesan melecehkan agama, dikatakannya juga bahwa siswa itu memiliki jejak rekor yang kurang baik di sekolah, yaitu jarang masuk dan sering bolos.

“Kami dari pihak sekolah sangat menyesali perbuatan ini, dan kami sudah melakukan konfirmasi kepadanya, memang diakuinya tidak punya etikad melecehkan agama, dan tidak menyangka kalau vodeo itu divoralkan temannya. Dan anak tersebut juga mempunyai beberapa jejak rekor yang kurang baik disekolah, yaitu jarang masuk dan sering bolos,” ujar Amir Husin, Sabut (1/2/2020).

Selain itu Amir Husin juga mengatakan, bahwa kejadian tersebut dapat dipastikan terjadi diluar sekolah, karena pihak sekolah melarang kepada setiap murid untuk membawa phonsel ke sekolah.

“Dari pihak sekolah kita sudah sering mengingatkan agar berhati-hati menggunakan media sosial, bahkan kita juga sudah melarang kepada anak-anak membawa hand phone ke sekolah, dan ini dipastikan kejadian diluar sekolah karena bolos, sehingga dia bisa menggunakan hp nya,” tuturnya lagi.

Saat ini, meskipun pelajar tersebut sudah meminta maaf dan membuat video klarifikasi, namun masalahnya tetap ditangani pihak Polres Kepulauan Meranti, untuk dimintai keterangan lanjutan dan mediasi bersama beberapa pihak, sebagaimana keterangan AKBP Taufiq Lukman Nurhidayat SIK MH, melalui Kasat Reskrim, AKP Ario Damar, yang dikutip dari GoRiau.com.

“Kita amankan dulu dan kita mintai keterangannya karena masih dibawah umur juga ini. Saat ini baru dua yang kita ambil keterangan sama orang tuanya juga,” tutup Kapolres.

Penulis : NRD|Editor : YES