IBC, JAKARTA – Anggota DPRD dari partai Golkar Kabupaten Dogiyai Yusak Ernest Tebay menyampaikan kritik kepada Pemerintah Kabupaten Dogiyai. Menurutnya dipembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Dogiyai untuk tahun 2020 mengalami kejanggalan. Pasalnya dalam proses pembahasan APBD tesebut tidak transparan.

Hal tu diungkapkan saat mengikuti rapat bersama anggota partai Golkar, di Jakarta, Kamis 6 Febuari 2020.

“Eksekutif sudah merahasiakan sidang APBD tahun 2020 kepada anggota dewan, padahal kita sudah meminta materi kepada eksekutif untuk segera diantarkan agar kami dari dewan sendiri memahami isi materi tersebut.

Tapi sampai saat ini tidak ada, malah mereka melakukan rapat sebunyi-sembunyi tanpa melibatkan dewan,” tegas Tebay kepada awak media, Kamis 6 Febuari 2020.

Tebay menjelaskan kami dari dewan ini sudah jelas tugasnya untuk mengawasi pemerintah daerah dalam hal ini eksekutif. Menurutnya sebelum disosialisasikan kepada masyarakat seharusnya dilakukan pembahasan bersama anggota dewan.

Kata Tebay eksekutif yang ada di Kabupaten Dogiyai sudah tidak menghargai legislatif dan tentu menjadi catatan besar bagi kami untuk melakukan penindakan tegas.

“Kita tidak pernah mempersulit pemerintah, tapi ini Pemerintah Dogiyai malah seolah ingin jalan sendiri. Jadi sudah jelas dalam undang-undang bahwa wewenang dan tatanggung jawab kita,” paparnya.

Ia mengajak kepada masyarakat yang ada di Dogiyai agar ikut aktif mengawasi program-program pemerintah di era kepemimpinan sekarang. Terutama pada hal-hal yang sifatnya strategis.

Sehingga sambung dia, budaya dan cara kerja lama bisa berubah ke arah yang lebih baik. “Legislatif tidak terbuka APBD itu apa alasannya, dan APBD itu untuk siapa kalau inisiatif eksekutif seperti itu,” pungkasnya.

Penulis : RHM|Editor : SD