IBC, LEBAK – Sebagaimana telah diatur dalam undang-undang perusahaan tentang kewajiban dan tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan sekitar maka perusahaan memiliki tanggungjawab sosial di sekitar operasional perusahaannya. Namun diduga ironisnya PT Parkland Word Indonesia yang berada di daerah Kabupaten Lebak Banten justru mengabaikan peraturan tersebut.

Pasalnya sebagaian besar masayarakat Nameng Desa Sukamana mengeluhkan keberadaan perusahaan itu. Menurut salah satu warga Nameng, Desa Sukamana, Edo, bahwa banyak oknum yang menjanjikan masuk kerja dengan membayar sejumlah uang agar dapat masuk di perusahaan.

“Saya banyak mendengar yang ingin masuk perusahaan harus bayar uang di muka sebesar Rp 2 juta. Saya juga di tawarin AC tapi saya tidak mau karena meragukan,” kata Edo.

Lanjutnya, ia mau membayar namun ada jaminan masuk ke dalam perusahaan. Hal itu juga membuatnya bertanya-tanya bahwa harusnya masyarakat lokal diberikan kesempatan untuk bekerja di perusahaan. “Bukan malah dimintai uang,” tambah Edo.

Sambungnya menyampaikan, seharusnya pihak perusahaan di daerahnya memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya di Kampung Sukamanah. “Saya melihat karyawan 90 persen dari luar, paling dari desa kami perempuan aja,” ungkapnya.

Masih ditempat yang sama, Nani warga sekitar membenarkan adanya oknum yang sering kali mengajak bekerja di pabrik tersebut, hanya saja sayangnya harus membayar terlebih dahulu. “Padahal kami warga lokal mau bekerja di daerah sendiri saja susah,” tegasnya.

“Wajar kalau kami di berikan kesempatan bekerja di pabrik, karena kami kan masyarakat sini, tapi kalau harus bayar uang duluan, dari mana kami Orang mau cari duit kok harus bayar,” beber Nani.

Oleh karena itu Nani dan warga setempat meminta kepada pemerintah Kabupaten Lebak melalui Dinas Tenaga Kerja dapat menertibkan perusahaan tersebut. “Karena sangat meresehkan, kami sebagai warga lokal merasa dirugikan,” tutup Nani.

Saat ingin dimintai tanggapannya terkait hal tersebut, pihak persuahaan enggan menemui awak media kami.

Penulis : ED|Editor RHM