“Haters yang engga ngerti ilmu perang mencibir Menhan Prabowo di polemik Natuna. Menhan Prabowo berkata; Cool. Mentalnya tenang menghadapi krisis. China bukan satu-satunya negara yang masuk laut teritorial Indonesia,” terang Zeng.

Lanjut dia, Karakter kuat Menhan Prabowo keliatan saat menghadapi tekanan Amerika dan Sekutu di Program Pembelian 11 unit SU-35 Flanker E senilai 16,7 triliun rupiah.

“Wakil Duta Besar Russia Oleg Kopylov mengungkap adanya ancaman dari Amerika dan sekutunya di sekitar nusantara apabila Indonesia tetap membeli SU-35 Flanker E. Russia senang Indonesia dengan Menhan Prabowo-nya tidak takut,” paparnya.

Publik menilai Menhan Prabowo all out mengamankan kebijakan pertahanan Presiden Jokowi. Taktik jitu dilakukan Menhan Prabowo dengan membuka rencana pembelian 48 unit fighter jets Dassault Rafael dari Perancis. Superiotas Dassault Rafael setingkat di atas SU-35 Flanker E dan F-16 Fighting Falcon atau “Viper”.

“Dassault Rafael memang bukan fighter jets paling berbahaya. Tapi dia masuk lima besar paling mematikan. Di bawah Jet Tempur generasi 5 stealth seperti F-22 Raptor, F-35 Lighting II, J-20 Mighty Dragon, dan Eurofighter Typoon,” bebernya.

“Tapi multirole supercruise Dassault Rafael mampu membawa payload 9 ton di atas SU-35 dengan payload 8 ton dan F-16 yang hanya mampu membawa 6 ton payload,” tambahnya lagi.

Selanjutnya tutur Zengn, Rafael F-3 sudah upgrade radar long-range berteknologi AESA dan dilengkapi rudal MBDA Meteor. Sehingga dipastikan sanggup mengintersepsi F-16 Viper.

“Dimensi politik dari Diplomasi Dassault Rafael ini melemahkan soliditas Sekutu Amerika yang tidak senang Indonesia membeli SU-35 Flanker E dari Russia. Paling-paling Australia, Malaysia, Singapore dan Inggris yang meradang,” sebut Zeng.

“Mungkin ini alasan Menhan Prabowo menempati ranking tertinggi klasmen survei Indo Barometer. Manuver Menhan Prabowo masuk kategori Canggih,” tutupnya.

Penulis : AI|Editor : SD