IBC, TALIABU – Haji Muhammad Taher Mus (76) yang terlihat sederhana dan biasa saja, namun dibalik kesederhanaan itu terselip perjuangan besar sehingga mampu melahirkan pemimpin di beberapa daerah setingkat Bupati, DPRD dan DPR RI.

Dirinya mengatakan anak-anak saya itu tergantung pendidikannya, dan saya didik mereka sangat tegas kepada mereka semua.

“Dulu itu anak-anak saya semuanya saya didik sangat keras makanya karena terbiasa dengan tegas sampe dorang juga bisa berjuang sampe jadi sama dengan sekarang,” ungkap Taher Mus kepada IBC di kediamannya, Kamis (20/2/2020).

Selain itu, mengenai 3 Pejabat Bupati yakni 1. Hji. Ahmad Hidayat Mus (AHM) pernah menjadi Bupati di Kabupaten Kepulauan Sula selama 2 Periode. 2. Hji. Sainal Mus pernah menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Salakan. 3. Hji. Aliong Mus menjabat sebagai Bupati di Kabupaten Pulau Taliabu sejak 2015 hingga sekarang.

Untuk DPR dan DPRD yakni HJa. Alien Mus (Anggota DPR RI Fraksi Golkar, periode 2019-2024) Hji. Makmurdin Mus (Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, periode 2019-24) dan Hja. Meilan Mus (Ketua DPRD Kabupaten Pulau Taliabu, periode 2019-2024)

Taher menambahkan dari kesemuanya saat melanjutkan studi untuk menjadi sarjana, tidak pernah menggunakan sepeda motor atau sejenisnya, mereka semua saya didik dengan kesederhanaan sampai mereka sukses.

“Mereka dulu itu anak-anak saya, dorang kuliah tidak pernah pake motor, sampe dorang tamat tidak ada yang pake motor, itu uang kendaraan, uang pendidikan dengan uang makan hanya tambah 10%, dan semuanya sekolah tapi saya dulu kerja di Perusahaan Taliabu Luna Timber (Taltim), di perusahaan itu saya cuma terima nota saja, jadi tiap bulan 1% pun tidak terima, karena anak-anak semua kuliah,” tambahnya.

Dilain sisi, Taher juga pernah ditanya pada saat beliau ke Jakarta oleh temannya, bahwa sebenarnya bagaimana sampai bisa anak bapak semua sukses.

“Saya pernah ditanya pada saat di Jakarta, bapak pegawai yah, terus saya bilang saya SMP saja tidak lulus, kok anak-anak bisa berhasil begitu? saya bilang, saya punya didikan keras, anak-anak tidak boleh ada yang merokok, tidak ada yang minum (minuman keras), itu kalau saya tau saya pukul. Mereka juga tanya terus anak-anaknya bapak dikasih makan apa, saya bilang kasih makan Popeda Kasoami (makanan khas), karena di Desa mo makan apa,” tutupnya

Penulis : Havid| Editor : YES