IBC, JAKARTA – Ada pernyataan menarik yang dilontarkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepala BPSDM Provinsi dan Kepala BKPSDM Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia di Gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Dalam Negeri (BPSDM Kemendagri).

Kata Mendagri, pelatihan dan pendidikan di BPSDM jangan hanya ajarkan ilmu tentang leadership. Tapi, ia minta ajarkan juga praktek-praktek bagaimana jadi bawahan yang baik.

“Tolong juga, ini belum menjadi sains. Tapi tolong juga praktek-praktek menjadi bawahan yang baik tolong juga diajarkan. Salah satu contoh siapapun pemimpin baik saya maupun bapak-bapak semua yang punya bawahan pasti lihat bawahan itu dari dua varibel penting, yang pertama adalah prestasi, yang kedua adalah masalah,” kata Tito di Gedung BPSDM, di Jakarta, Senin (24/02/2020).

Maka, lanjut Tito, dengan penilaian dua variabel tersebut, akan timbul empat kelompok bawahan. Bawahan yang baik itu sendiri adalah bawahan yang tahu cara berpikir pimpinan. Bukan bawahan yang punya pendapat sendiri yang bertentangan dengan pimpinannya.

Kelompok pertama, kata dia, adalah bawahan yang berprestasi. Loyal dan ikut pimpinan. Disuruh apa saja beres. Dia, tidak pernah ada permasalahan, baik masalah pribadi atau di kantor yang membuat pimpinannya terbebani.

“Ini orang yang akan dicari oleh organisasi oleh siapapun, berganti-ganti pemimpin pasti akan dicari. Kelompok kedua, anak buah yang disuruh kerja pun beres, tetapi musingin kepala sering juga, entah urusan kantorlah, ada yang ngadu dia ini tak bagus segala macam, konflik dari masyarakat, atau mungkin juga karena permasalahan pribadi atau keluarga. Yang ini tetap dipakai tetapi letaknya di poin posisi tertentu, dan waktu tertentu,” ujarnya.

Kelompok bawahan ketiga, kata Tito, yakni bawahan yang disuruh kerja apa saja tidak beres. Tapi dia tipikal bawahan yang tidak membuat pusing pimpinan. Di kantor tenang. Apel dan upacara rajin hadir. Selesai kerja di kantor, langsung pulang. Tidak neko-neko.

“Nah, yang keempat, sudah disuruh kerja tidak beres, enggak ada prestasinya, tidak loyal pimpinan, setelah itu masalah terus, masuk kerja tidak, tiba-tiba ditangkap polisi lagi. Nah yang ini mesti dijauhkah jauh-jauh,” ujarnya.

Selanjutnya>>>