IBC, TALIABU – Dinas Ketahanagan Pangan Kabupaten Pulau Taliabu sampai saat ini belum melakukan survei terhadap ungkapan Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Maluku Utara.

“Ada 3 daerah rentan rawan pangan yakni Kabupaten Kepulauan Sula, Kabupaten Pulau Taliabu, dan Tidore Kepulauan, khususnya kecamatan Oba Utara-Oba Selatan,” kata Kadis Ketahanan Pangan Malut Saleh Al Gani dikutip Media Aspirasi Malut.

Kadis Ketahanan Pangan Pultab La Ode Hazidin mengatakan pihaknya belum melakukan survei lapangan, karena Dinas Pangan baru terbentuk bulan Juli tahun 2019 kemarin.

“Dinas Ketahanan Pangan kan baru terbentuk pada bulan Juli 2019, jadi mengenai survei yang terjadi dilapangan sementara ini kami sementara merekrut tenaga-tenaga honorer, jadi selama beberapa bulan ini belum ada yang survei, makanya di Taliabu ini ditetapkan sebagai salah satu Daerah rentan rawan pangan,” ucap Hazidin saat ditemui di kantirnya, Senin (2/3/2020).

Hazidin menambahkan bahwa rentan rawan pangan bukan berarti dia rawan pangan beda itu, nah kalau rentan ini kita tidak antisipasi maka kita menuju pada rawan pangan.

“Kenapa sampe kita dikatakan rawan pangan, salah satu kriteria yang termasuk rentan rawan pangan adalah air minum di desa-desa itu, listrik, dan akses jalan. Kenapa begitu, karena untuk mensuplai bahan makanan ke desa-desa itu terhambat, makanya dia masuk sebagai kategori rentan rawan pangan,” tambahnya.

Selain itu, dirinya menganggap data yang disampaikan oleh pihak Pemerintah Provinsi khususnya Dinas Ketahanan Pangan mengenai data rentan rawan pangan di 3 Daerah salah satunya adalah Kabupaten Pulau Taliabu itu data yang belum terlalu akurat.

“Kan kita tau semua ini bahwa di Taliabu ini tidak ada yang rawan pangan semua, hanya karena persoalan data yang masuk disana saja, masuk di Provinsi itu belum terlalu akurat, dan berdasarkan mereka punya data, mereka dapat dari sini, entah data itu dari mana, karena dari sini kan kita belum menyampaikan data dari sini seperti ini,” tutup Hazidin.

Penulis : Havid|Editor : AS