IBC, TANGERANG – Polemik belum ditetapkannya Direktur Utama (Dirut) Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Artha Kerta Raharja (AKR), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kabupaten Tangerang, Banten, oleh Bupati Ahmed Zaki Iskandar, menuai kritik dari berbagai kalangan aktivis di Kabupaten Tangerang.

Pasalnya menurut Saepul aktivis pergerakan Tangerang, bahwa panitia seleksi (Pansel) Dirut BUMD telah menyodorkan tiga nama kepada Bupati sejak awal 2020. “Kami menduga penetapan Dirut LKM ini terjadi tarik ulur kepentingan,” ujarnya di Tangerang, Kamis, (12/3/2020).

Lanjut dia, bahwa menurut informasi yang beredar, tahapan seleksi calon dirut tersebut sudah selesai sejak awal Februari lalu. Bahkan kata Saepul, tiga nama yang disodorkan pansel kepada bupati sudah mengikuti tahap wawancara dengan bupati.

“Kabarnya pak bupati sudah mengantongi nama calon dirut,” tegas yang karib dipanggil Ipunk ini.

Ia menanyakan, ada apa dengan pansel? dan ada apa dengan bupati Tangerang? Dia juga berharap orang yang nanti akan ditetapkan adalah orang yang menguasai kultur dan budaya masyarakat Kabupaten Tangerang. “Selain itu juga, harus memiliki potensi pengembangan UKM, bukan sekedar ahli manajemen usaha,” kata dia.

Karena menurut Ipunk, PT LKM AKR tersebut diantaranya dapat memberikan edukasi dan pemberdayaan kepada masyarakat yang berpenghasilan rendah. Dengan demikian sambungnya, akan memberikan kemudahan pembiayaan kepada para pelaku UKM sesuai persyaratan dan aturan yang berlaku.

“Apabila Dirut LKM AKR nggak menguasai kultur, budaya dan potensi usaha di Kabupaten Tangerang, maka BUMD sulit berkembang, apalagi dipimpin orang di luar Tangerang,” paparnya.

Sementara itu di tempat yang berbeda, Ketua Almed dan Pemuda Tangerang Ade Surya mengungkapkan, bahwa sebagai masyarakat Kabupaten Tangerang pihaknya akan mendukung pemerintah untuk mengembangkan BUMND. Apalagi tujuan pendirian BUMND untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tentu bermanfaat bagi masyarakat.

Ade membeberkan, bahwa dalam seleksi dirut LKM AKR tersebut, ada salah satu calon dirut yang mengikuti juga seleksi dengan mendaftar sebagai calon Direktur Keuangan PD Pasar Niaga Kerta Raharja. Namun ironisnya orang itu tidak lolos seleksi.

“Tes seleksi sebagai Direktur Administrasi dan Keuangan PD Pasar saja tidak lolos, bagaimana mau jadi Dirut PT LKM AKR yang notabene perusahaan harus mengelola keuangan,” pungkas Ade.

Penulis : APG|Editor : SD