IBC, Tuban – Pembangunan  Kilang Tuban diharapkan dapat membawa dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya di Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban.

Oleh sebab itu, PT Pertamina (Persero) menggelar edukasi dan pelatihan budidaya ikan kepada ratusan nelayan yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan Kilang GRR Tuban, yakni Desa Mentoso, Kaliuntu dan Beji.

Pertamina melibatkan LPPM Universitas Airlangga Surabaya dan Universitas PGRI Ronggolawe (UNIROW) Tuban dalam edukasi dan pelatihan tersebut.

Contraction NGRR Tuban, Irfon Wahana Putra, menjelaskan bahwa Pertamina terus berupaya untuk memberikan program-program pemberdayaan yang dapat berpengaruh terhadap tingkat kesejahteraan masyarakat, salah satunya program budidaya kerapu.

Menurutnya, program tersebut cocok diberikan kepada nelayan di sekitar lokasi pembangunan kilang. “Harapannya, setelah ini masyarakat bisa mengaplikasikan ilmunya, sehingga kesejahteraan bisa meningkat,” ujar dia di salah hotel di Tuban, Kamis (12/3/2020).

Irfon menjelaskan, program tersebut tidak hanya akan berhenti pada pelatihan dan edukasi saja. Namun, ke depannya akan ada program lanjutan, salah satunya pendampingan program budidaya tersebut.

Ia mengungkapkan, hal itu bertujuan agar nelayan di sekitar lokasi kilang dapat memilih antara menjadi nelayan lepas atau nelayan budidaya.

“Tetap pendampingan ada. Kita juga selalu menyusun program agar bagaimana tidak hanya nelayan yang sejahtera, tapi warga lain di 5 desa ring satu GRR semua sejahtera,” tandasnya.

Sementara itu, Camat Jenu, Moh. Maftuchin Riza, menyampaikan rasa terima kasih atas pelaksanaan program CSR berupa pemberdayaan nelayan ini.

Ia menilai, selain warga yang lahannya terdampak, masyarakat yang tidak memiliki lahan di sekitar lokasi kilang juga berhak untuk menerima program CSR dari PT Pertamina.

“Selain warga yang lahannya terdampak, tentu ada juga warga lain, salah satunya nelayan yang juga berhak CSR,” imbuhnya.

Riza mengatakan, program budidaya ikan kerapu tidak menghilangkan profesi nelayan. Bahkan, lanjut dia, nelayan dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya selain melaut.

“Dari program ini kita tidak menghilangkan nelayan, tapi malah memberdayakan semaksimal mungkin nelayan kita. Kebetulan budidaya kerapu di Bancar (Tuban) hasilnya lumayan dan berhasil. Itu bisa dicontoh,” tutupnya.

Penulis: RH| Editor: HK