IBC, TERNATE – Rapat perkenalan pengurus pleno hasil Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Partai Golongan Karya Provinsi Maluku Utara (DPD Partai Golkar) menyampaikan beberapa pikiran tentang hasil musda ke VI Di Hotel Boulevard.

Syukur Mandar ketua terpilih sekaligus ketua tim Formatur pengurus partai Golkar Malut dalam konfrensi persnya, Sabtu (21/3/2020) di Ball Room Royal Ternate mengatakan ada beberapa hal yang mendasar yang penting sekali disampaikan ke publik terkait dengan pernyataan yang berdasarkan hasil-hasil musda keenam.

“Yang benar adalah musda keenam, bukan kelima, pertama Yamin Tawari di Hotel Ternate City, dan terpilih kedua kalinya di kantor DPD Golkar, ketiga adalah Hasan Doa, keempat adalah Ahmad Hidayat Mus, dan kelima Alien Mus serta Keenam Syukur Mandar,” ungkapnya.

Selanjutnya Syukur mengatakan ada perbedaan musda yang dilaksanakan di Boulevard dengan musda di Hotel Grand Daffam

“Musda di Boulevard hotel adalah pikiran-pikiran, tentang membesarkan golkar,  tentang penyatuan dan kedaulatan Golkar. Sedangkan musda di Daffam hotel adalah musda kader golkar tentang perpecahan, tentang menghabisi kehidupan golkar. Itulah perbedaanya,” jelasnya.

Syukur juga bilang bahwa kepemimpinan Alien Mus tidak punya kapasitas untuk mengancam dan memecat kaders Partai Golkar yang menjadi anggota DPRD.

“Belum apa-apa Alien Mus sudah mengeluarkan ancaman katanya akan diperiksa anggota DPRD di Maluku Utara. Alien Mus dengan Arifin Djafar tidak punya kapasitas disitu, yang berhak adalah DPP Partai Golkar,” terang Syukur.

Dirinya juga menilai cara memimpin Alien Mus membuat partai Golkar di Maluku Utara kehilangan pamor.

“Dengan cara inilah Alien memimpin partai golkar ? Orang yang tidak setuju dengan sikapnya, tidak setuju dengan tindakannya dipecat dikeluarkan dari Golkar. Itulah yang membuat golkar kehilangan ketua DPRD Provinsi Maluku Utara, kehilangan bupati dan walikota, akhirnya yang dikumpulkan adalah orang orang yang tidak mengerti golkar,” sesal Syukur.

Masih Syukur mengatakan di musdanya ia merangkul kader golkar yang sudah meninggalkan golkar untuk diajak kembali masuk ke golkar dan banyak sekali potensinya.

“Dua hari yang lalu saya bertemu bapak Ahmad Mahifa tokoh golkar mantan walikota Tidore dua periode, beliau berkata kita harus siap membenahi golkar, saya juga bertemu dengan bapak Hein Namotemo, mereka siap bergabung. Itu artinya kami ingin menghimpun potensi membesarkan partai golkar, sementara di sana yang ada mengancam dan pecat orang,” sambung Syukur.

Lebih lanjut Syukur mengatakan ia menyusun kepengurusan dengan basis ketokohan, mencari orang memiliki kemampuan, dan sudah rampung.

“Biarkan saja DPP yang menilai,  kami melakukan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta juklak kosong dua, tahun 2020. Musyarah dan pengambilan keputusan Partai Golkar,” ujar Syukur.

Syukur juga punya alasan terkait dengan pelaksanaan Musda tidak dihadiri DPP, bahwa di dalam Anggran Dasar Anggaran Rumah Tangga Pasal 28 tentang kepesertaan Musda DPP adalah salah satu unsur, dari sekian unsur, dan Pasal 18 tentang qourum yang menentukan sah atau tidak bukan kehadiran DPP,  tapi qourum itu ditemtukan dari 2/3 peserta musda.

“Ini partai politik kami meminta dpp mempertimbangkan sebaik-baiknya, se-rasional mungkin bahwa kekuatan golkar yang ada di Alien mus tidak boleh di pilih satu diantara kami, kami siap merangkul Alien mus dan jajarannya untuk kita kompromi dalam membangun partai Golkar,” ajak syukur.

Diakhir konferensi persnya Syukur membuka diri untuk merangkul Alien Mus dan jajarannya.

“Tidak mungkin DPP Golkar membuang satu diantara kami dan kami yakin dpp akan mengakomodir kami, karena loyitas politik, kekuatannya ada di kami. Kami ingin menyajikan pikiran pikran tentang mendesaing golkar sebagai lembaga publik, yang mampu mendorong kepentingan-kepentingan publik di perlemen dan pemerintahan sehingga partai golkar di cinta oleh warga Maluku Utara,” tutup Syukur.

Penulis : Gamal|Editor : AS