IBC, Surabaya – Beberapa bulan belakangan dunia dihebohkan dengan munculnya virus baru, yakni Coronavirus Covid-19. Virus ini muncul pertama kali di Kota Wuhan, China Desember 2019 silam. Saat ini, virus tersebut sudah menyebabkan ratusan ribu manusia terpapar. Di Indonesia, Covid-19 sudah mulai menyebar ke beberapa wilayah.

Oleh sebab itu, dalam rangka melakukan mengantisipasi dampak yang lebih buruk lagi, Komite Pimpinan Kota-Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Surabaya Jawa Timur mengajak warga melakukan penyemprotan di rumah-rumah milik masyarakat di Jalan Semarang, Surabaya, Minggu (22/3).

Selain itu, PRD Surabaya juga bersama-sama dengan warga membentuk Posko Tangkal Corona (POSTACOR). Ke depan, POSTACOR diharapkan menjadi wadah bagi warga Surabaya untuk membangun persatuan dan solidaritas menangkal penyebaran virus Covid-19.

Koordinator POSTACOR Surabaya, Samirin menyampaikan, persebaran virus Covid-19 di Surabaya lebih massiv dibandingkan daerah-daerah lain di Jawa Timur. Per tanggal 21 Maret kemarin, sudah ada 20 orang yang terjangkit virus ini.

Hanya saja, Ia menilai, Pemerintah Kota Surabaya masih terkesan menutup informasi yang berkaitan dengan peta kawasan penyebaran virus ini. Padahal, dengan adanya peta sebaran, masyarakat dapat melakukan antisipasi secara mandiri.

“Sampai saat ini belum ada peta kawasan sebaran virus, padahal informasi ini sangat penting diketahui oleh publik agar warga dapat lebih berhati-hati dan waspada,” tandasnya.

Ditambah lagi, kata Samirin, keberadaan masker yang dapat digunakan sebagai pelindung masyarakat agar tidak tertular juga sangat langka. Ia berharap Pemkot Surabaya bergerak cepat dengan membagikan masker kepada warga.

“Harga masker mahal, stok langka, pemkot tidak membagikan kepada rakyat,” imbuhnya.

Samirin juga meminta kepada Pemkot Surabaya untuk lebih efektif dalam mengeluarkan kebijakan dan tindakan dalam penanganan virus Covid-19 ini.

“Kedepankan kemanusiaan, keselamatan dan kesehatan warga daripada hanya soal ekonomi semata,” ucapnya.

PRD Surabaya mendesak kepada Pemerintah untuk membangun Posko Tangkal Corona (POSTACOR) yang berbasis pada partisipasi aktif masyarakat terlatih.

Pemerintah dapat melakukan pelatihan kepada relawan warga secara singkat dan praktis.

“Posko ini bisa dipimpin oleh tenaga kesehatan yang kompeten dan terkorodinasi dengan fasilitas kesehatan secara langsung. Posko juga berfungsi sebagai alat untuk mengedukasi warga,” tutur Samirin.

Tidak hanya itu, Samirin juga mendesak kepada Pemkot untuk melakukan pemeriksaan dan tes kesehatan secara massal dan gratis kepada warga.

“Pemerintah harus menjemput bola dengan mendatangi rumah warga untuk memberikan penyadaran mengenai bahayanya virus ini,” pungkasnya.

Penulis: FAD| Editor: HK