IBC, JAKARTA – Serikat Pekerja Twin Plaza Hotel kembali mogok kerja Senin 23 Maret 2019 di Lobi Hotel Twin Plaza, Slipi Jakarta Barat. Aksi mogok tersebut berlangsung sejak pukul 08.00 pagi hingga 17.00 WIB.

Menurut Ketua Serikat Pekerja Twin Plaza Rudy Kusbiantoro kepada awak media IBC mengatakan, bahwa setelah aksi mogok kerja ia dan rekan-rekan serta pihak direksi PT Slipi Sri Indopuri (Twin Plaza Hotel) kembali berunding, hanya saja kata Rudy, perundingan itu kembali mengalami deadlock.

“Pihak yang mewakili hadir dari Owner Representative Iwan Soetrisna, General Manager dan perwakilan dari PT Global Hospitality serta Kapolsek dan timnya membantu kami tuk mediasi kepada perusahaan,” ujarnya di Lobi Hotel Twin Plaza, Slipi Jakarta Barat, Senin (23/3/2020).

Namun pihaknya (Serikat Pekerja) kembali mendapatkan janji yang berujung mengecewakan, pasalnya menurut Rudy pihak pemegang saham meminta karyawan untuk menunggu kembali sampai ada kucuran dana segar dari pemegang saham, serta selain itu juga tergantung dengan keuangan perusahaan.

“Padahal kami sangat membutuhkan untuk bertahan hidup bersama keluarga. Kami sekarang bertahan dengan cara berhutang kiri kanan,” kata Rudy.

Baca Juga :

Selain itu, Rudy menambahkan, kehadiran Kapolsek Palmerah juga untuk memberikan himbauan agar tidak berkumpul demi mencegah tertularnya virus Korona. “Kami berterima kasih kepada bapak Kapolsek dan jajarannya yang telah membantu kami karyawan mediasi dengan manajemen sampai malam,” ucapnya.

Oleh karena itu ke depan, karena tuntutan hak-hak karyawan yang belum juga terpenuhi oleh perusahaan, maka Serikat Pekerja dan karyawan Twin Plaza Hotel akan terus berupaya menuntut hak-haknya melalui Federasi Serikat Pekerja Mandiri (FSPM) Se-Jabodetabek.

“Tentunya kita akan berkordinasi terlebih dahulu kepada Federasi Serikat Pekerja Mandiri apakah menempuh jalur hukum Litigasi atau upaya non Litigasi, atau aksi unjuk rasa dengan jumlah massa yang besar bersama anggota FSPM se-Jabodetabek,” pungkasnya.

Sebelumnya 130 karyawan Twin Plaza Hotel pernah melakukan pemogokan kerja, karena upah dan uang service bulan Februari 2020 belum dibayarkan oleh pihak perusahaan. Sehingga Serikat Pekerja dan karyawan menuntut hak-haknya dibayarkan oleh perusahaan dan pemegang saham.

Penulis : APG|Editor : ASA