IBC, Surabaya – Pandemi virus Corona (Covid-19) terus meluas di Surabaya, Jawa Timur. Berdasarkan data Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya per tanggal 25 Maret 2020 korban sudah mencapai 121 jiwa dengan rincian 182 orang dalam pemantauan (ODP) 8 orang pasien dalam pengawasan (PDP) dan 31 positif terpapar virus.

Berkaitan dengan hal itu, Posko Tangkal Corona (POSTACOR) yang dibentuk oleh Komite Pimpinan Kota-Partai Rakyat Demokratik (KPK-PRD) Surabaya terus bergerak memberikan edukasi kepada warga.

Bersama-sama dengan warga RT 06 dan RT 07/RW 08 Kel. Tembok Dukuh, Kec. Bubutan, Surabaya, POSTACOR bergotong royong membuat cairan disinfektan secara mandiri sebagai langkah antisipatif mencegah penyebaran virus Corona, Rabu (25/3).

Koordinator POSTACOR Surabaya, Samirin, mengatakan bahwa cairan disinfektan yang digunakan untuk penyemprotan dibuat secara swadaya oleh warga sendiri dengan menggunakan peralatan rumah tangga.

“Kami menggunakan bahan cairan pembersih lantai seperti Wipol dan Super Sol yang mengandung benzalkonium, Bayclean yang mengandung Chlorine, lalu ditambah belerang dan air sesuai takaran,” kata dia.

Samirin mengungkapkan, kegiatan edukasi dan penyemprotan rumah warga akan dilakukan selama dua hari untuk menjangkau seluruh lingkungan RW 03 Tembok Dukuh.

“POSTACOR juga menyediakan cairan antiseptik yang ditempatkan di pintu masuk area pemukiman warga dan mengedukasi cara pembuatan masker darurat,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua RT 01 RW 03 Kelurahan Tembok Dukuh, Indra menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif dari POSTACOR Surabaya. Menurutnya, warga nampak sangat senang dengan kegiatan yang melibatkan warga tersebut.

“Ini kita swadaya masyarakat, khususnya warga RT 01/RW 03 dan ide dari Pak Samirin bersama Posko Tangkal Corona. Alhamdulillah warga guyub semua,” ucapnya.

Bahkan, lanjut dia, selain memberikan disenfektan dari bahan-bahan peralatan rumah tangga, warga bersama POSTACOR juga membuat masker darurat berbahan dasar tisu.

“Semalam kita sudah gotong royong untuk membuat tempat cuci tangan dari ember, kemudian hari ini kita diajari Pak Samirin untuk membuat disinfektan dan kami semprotkan ke seluruh rumah warga dan masjid di lingkungan RT 01. Lalu juga kita membuat masker darurat dari Tisu karna masker harganya mahal dan langka,” tutupnya.

Penulis: FAD|Editor: HK