IBC, JAKARTA – Sekretaris Jenderal (Sekjend) Komite Rakyat Nasional (KORNAS) Jokowi, Akhrom Saleh angkat bicara terkait unggahan status di akun sosial media milik salah satu anggota sekaligus pengurus Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Kornas-Jokowi, Muhamad Agus Safar.

Menurutnya, hal tersebut tidak mesti dibesar-besarkan lantaran pihaknya tidak pernah bermaksud untuk menyampaikan ujaran kebencian seperti yang dituduhkan sejumlah pihak.

“Kami tidak pernah bermaksud menyampaikan ujaran kebencian. Postingan itu lebih bermaksud untuk mengingatkan para tenaga medis sebagai garda terdepan dalam melawan pandemi Covid-19,” ungkap Akhrom dalam siaran persnya di Jakarta, Jum’at (27/03/2020).

Akhrom mengatakan, dengan upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah pusat dalam menghadapi Covid-19 sejauh ini, mestinya mendapat sokongan dari sejumlah pihak, baik itu tenaga medis maupun masyarakat luas.

“Yang kita hindari adalah menyebarkan ketakutan dan rasa panik berlebih. Hal ini termasuk sejumlah video dan foto tenaga medis yang diunggah diberbagai sosial media belakangan ini, menurut kami juga memberi kesan kurang baik. Misalnya foto atau video tenaga medis yang terkesan mengeluhkan beratnya penanganan terhadap pasien suspect korona,” ucap Akhrom.

Namun demikian, Akhrom mengakui jika postingan tersebut pada akhirnya memberi kesan yang kurang baik dalam situasi seperti saat ini. Untuk itu, secara kelembagaan dia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak yang merasa keberatan dengan adanya postingan tersebut.

“Oleh karena itu secara kelembagaan Kornas-Jokowi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada sejumlah pihak yang merasa keberatan dengan unggahan tersebut. Khususnya Kepada PPNI, IAFI dan seluruh rekan-rekan tenaga medis lainnya,” tegas Akhrom.

Tambah dia, tentunya Kornas-Jokowi sebagai relawan Jokowi sejak 2011 tetap tegak lurus mendukung pemerintah dalam menangani dan perang terhadap Covid-19. “Oleh karena itu, secara otomatis kami sangat mendukung perjuangan teman-teman tenaga medis sebagai garda terdepan dalam perang menghadapi virus korona,” pungkasnya.

Senada dengan hal yang disampaikan Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh, Muhamad Agus Safar selaku pemillik akun sosial media (Facebook) juga menyampaikan permohonan maafnya.

“Atas nama pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak utamanya para tenaga medis. Saya juga telah mengunggah permohonan maaf di akun sosial media saya, dan menghapus unggahan yang saat ini dipermasalahkan,” tutup Agus Safar yang mengakui penyesalannya.

Untuk diketahui, unggahan tersebut diposting di sosial media Facebook pada tanggal 23 Maret 2020 lalu. Dalam unggahan tersebut, Safar membandingkan kondisi tenaga medis saat ini dengan tentara atau militer dalam perang. Tulisan itu diakhiri dengan klise tenaga medis jangan cengeng.

Penulis : AI|Editor : SD