IBC, JAKARTA – Menanggapi wacana Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasonna Laoly beberapa waktu yang lalu, terkait akan dibebaskannya narapidana korupsi dengan alasan pencegahan penularan Virus Corona (Covid-19), adalah hal yang tidak dapat dibenarkan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Komite Rakyat Nasional-Jokowi (Kornas-Jokowi), Abdul Havid Permana, bahwa keputusan Menteri Hukum dan HAM adalah tindakan yang tidak dapat dibenarkan dengan alasan apapun juga.

“Sebagaimana cita-cita dan agenda reformasi, koruptor adalah musuh rakyat, koruptor sama seperti bandar narkoba yang membunuh rakyat secara berlahan. Jadi kami tegas menolak wacana itu,” ujar Havid, saat memberikan keterangannya melalui sambungan selularnya, Minggu (5/4/2020).

Lebih lanjut, pihaknya juga menilai, bahwa hal yang dilakukan Yasonna Laoly selaku Menkumham RI, merupakan tindakan manuver yang justru dapat menurunkan kredibilitas pemerintah. Padahal pemerintah dalam hal ini Presiden Jokowi tidak menginginkan itu. “Ini jelas kami menduga hanya manuvernya pak menteri aja yang cari keuntungan pribadi,” papar Havid.

Di tengah situasi saat ini, di mana pemerintah sedang berjibaku melawan massifnya penyebaran Covid-19, maka Kornas-Jokowi kembali menegaskan kepada para pembantu Presiden Jokowi untuk tidak bermanuver seperti yang dilakukan Menkumham Yasonna Laoly yang dapat semakin memperkeruh keadaan.

“Jadi kami minta kepada seluruh jajaran dan pembantu Jokowi, jangan bermanuver yang bisa semakin memperkeruh keadaan,” imbuhnya.

Selanjutnya, kata Havid, ia juga meminta kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, agar dapat menganulir atau membatalkan keputusan menteri yang berada di bawah koordinasinya, seperti Menkumham Yasonna yang membuat gaduh sesuana.

“Kepada pak Mahfud MD sebagai Menko Polhukam, kalau nggak salah selaku Menko dapat menganulir keputusan atau peraturan menteri di bawah koordinasinya. Apalagi itu udah ditegaskan Mahfud MD, Presiden tidak akan memberikan remisi kepada napi korupsi,” tandas Havid.

Penulis : AI|Editor : SD