IBC, JAKARTA – Sebagai provinsi yang masuk dalam zona merah COVID-19, pemerintah DKI Jakarta telah melakukan berbagai upaya melakukan pencegahan, dari pelarangan berkumpul, edukasi pencegahan penularan Virus Corona, hingga Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Namun hal itu tidaklah cukup, Jakarta sejak dulu yang padat penduduk menjadi sangat rentan terjangkitnya virus Corona. Untuk itu perlu adanya sebuah solusi yang berbeda dalam penanganan COVID-19 di DKI Jakarta. 

Seperti diketahui, Senin, 27 April 2020, dua orang warga berdomisili di RT 06/RW 12 Kelurahan Penjaringan, Jakarta Utara dinyatakan positif COVID-19. Menyikapi hal ini, Relawan Kampung Siaga COVID-19, Penjaringan, berinisiatif melacak siapa saja yang kontak langsung dengan kedua pasien positif tersebut. 

Dalam tracking kesukarelawanannya, relawan Kampung Siaga COVID-19 telah menemukan 12 orang yang secara langsung kontak dengan kedua pasien positif itu. Untuk itu pihaknya turun langsung mendedikasikan dirinya melakukan cek suhu tubuh kepada warga RT 04 dan 06 dengan menggunakan termometer infrared. 

Menurut salah seorang relawan Kampung Siaga COVID-19, Siti Soleha, isolasi mandiri di rumah tidak memungkinkan karena kondisi lingkungan yang tidak kondusif. Maka pihaknya menyarankan kepada pihak Puskesmas untuk merawat dan dirujuk ke rumah sakit.

“Kami mencatat warga-warga lain yang selama isolasi mandiri berkontak dengan pasien. Ada tercatat 12 orang,” ungkap Siti di Penjaringan, Jakarta Utara, (29/4/2020). 

“Malam ini 29 April, kami datangi mereka untuk cek temperatur tubuh dan sekaligus membujuk mereka untuk rapid test,” lanjut dia.

Sementara itu di tempat yang sama, rekan Siti, ibu Sumiati yang juga relawan kampung siaga mengatakan, bahwa ia bersedia akan mengantar 12 orang untuk melakukan rapid test.

“Besok saya yang nemani 12 orang itu ke lokasi rapid test yang diselenggarakan oleh pihak fasilitas kesehatan (Faskes),” pungkasnya. 

Penulis : AI|Editor : SD