IBC, MERANTI – Untuk mengetahui secara langsung tentang dampak yang ditimbulkan oleh wabah pandemi covid-19 terhadap sumber penyumbang devisa terbesar didaerah ini, Bupati Kepulauan Meranti, Irwan Nasir lakukan peninjauan kebeberapa pabrik pengolahan sagu yang ada dan masih tetap beroperasi.

Kunjungan yang dimaksud, selain untuk melihat dan mengetahui secara langsung beberapa dampak terhadap pengusaha, karyawan, hingga ke pekebun sagu, juga sekaligus mencari solusi pengentasan masalahnya.

Sebagaimana dijelaskan Irwan Nasir kunjungannya disalah satu pabrik pengolahan sagu milik Ayan Charli di Desa Tanjung Peranap Kecamatan Tebing Tinggi Barat minggu lalu, yang juga merupakan kilang sagu terbesar didaerah tersebut.

“Usaha kilang pengolahan sagu memang ikut terdampak karena tidak bisa melakukan pengeluaran atau pengeksporan, hal itu akibat Malaysia dan beberapa negara tujuan ekspor sagu lainnya masih melakukan lockdown, sementara itu permintaan dalam negeri juga menurun,” ungkap Irwan kepada IBC Boro Meranti, Jum’at (15/5/2020).

Namun dalam pada itu Irwan tetap bersyukur, kilang-kilang sagu yang ada diseluruh Meranti masih tetap berproduksi, meski ada pengurangan volume produksi dan jumlah karyawan.

“Dan pengusaha masih bersedia menerima serta membeli batang sagu dari kebun-kebun masyarakat,” ucapnya.

Dengan jumlah persediaan sagu yang melimpah saat ini, Irwan mengaku akan segera mengusulkan agar sagu dikonsumsi secara luas terutama di Provinsi Riau, hal itu juga sebagai upaya untuk mengurangi ketergantungan pada beras selama masa pandemi ini.

“Jika stok beras makin terbatas, sagu Meranti siap menyuplai kebutuhan pangan masyarakat baik di Meranti sendiri maupun di seluruh Riau,” tegasnya.

Irwan menjelaskan lagi sebenarnya, pemerintah daerah telah lama mengkampanyekan agar sagu dikonsumsi secara luas oleh masyarakat, dan secara nasional orang semakin mengenal sagu sebagai bahan pangan yang sehat dan bisa dikonsumsi seperti beras.

“Sekarang orang tidak minder lagi makan sagu. Soalnya sagu lebih sehat, karbohidratnya tinggi sekali dan rendah gula, sehingga sangat bagus bagi orang yang menderita diabetes atau sangat baik untuk diet,” jelasnya lagi.

Saat ini luas lahan sagu di Meranti mencapai 53 ribu hektar lebih dengan total produksi sagu mencapai 200.000 ton lebih per tahun. Jumlah ini akan dapat mensupport kebutuhan pangan lokal dan derah khususnya Provinsi Riau, terlebih harga sagu jauh lebih murah dibandingkan beras.

“Kita sangat berharap wabah Covid-19 ini segera berakhir, namun bila ternyata berakibat kekurangan pasokan bahan pangan, sagu kita siap mensupport kebutuhan pangan daerah, diseluruh Indonesia,” ungkap Irwan.

Penulis: Noeradi|Editor: AS