IBC, JAKARTA – Sejak pandemi COVID-19 kebanyakan negera di dunia ketergantungan terhadap alat kesehatan (Alkes), namun berbeda untuk momentum Virus Corona justru ketergantungan alkes tersebut, Indonesia berhasil membuat dan memproduksi alat kesehatan sendiri karya dalam negeri.

Seperti Ventilator, RT-PCR tes kit, alat uji cepat dan face shield dllnya. Alat-alat kesehatan tersebut diproduksi dikembangkan oleh, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), PT Len Industri, PT Dharma Polimetal, dan bahkan telah diuji klinis. Sementara, ventilator lainnya merupakan hasil pengembangan dari Institut Teknologi Bogor Bandung (ITB) yang juga telah diuji klinis.

Menaggapi hal tersebut, Masyarakat Pemerhati Pangan Indonesia (MAPPAN-Indonesia) melalui Ketua Umumnya Wignyo Prasetyo memberikan apresiasinya, sebab menurut Wignyo disaat negara-negara lain ketergantungan dengan alat kesehatan justru Indonesia mampu menciptakan dan memproduksi alat kesehatan untuk mendukung melawan COVID-19.

Oleh karena itu kata Wignyo, sewajibnya yang berkepentingan terhadap alat kesehatan untuk membeli alkes dalam negeri, khususnya untuk mendukung penanganan percepatan Virus Corona di Indonesia. “Jadi tidak perlu lagi beli dari luar negeri atau impor,” ujar Wignyo, melalui siaran persnya, Sabtu (23/5/2020).

Sambungnya, sebagai wujud bela negera salah satunya mencintai produk dalam negeri, dan dengan membelinya, “ya simple aja wujud nasionalisme, beli karya anak bangsa sudah wujud bela negara,” imbuh Wignyo yang salah satu visi organisasinya mendengungkan penggunaan produk dalam negeri ini.

Sementara itu, Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh dalam rilis yang sama menambahkan, bahwa di tengah situasi ekonomi dunia yang tidak menentu, ia mengingatkan, bahwa pembelian alat kesehatan dari luar justru pemborosan anggaran, namun berbeda bila membeli alkes dalam negeri justru sangat membantu negara, khususnya perusahaan plat merah dan perusahaan liannya untuk bertahan dalam situasi ancaman resesi global.

“Kemandirian nasional harus terus didengungkan, supaya negara dapat bertahan dalam situasi yang tidak menentu,” pungkas Akhrom yang juga tergabung dalam Komite Penggerak Nawacita (KPN) ini.

Penulis : AI|Editor : SD