IBC, TANGERANGSELATAN – Sekretariat Bersama (Sekber) Jeletreng, melakukan aksi kubur diri di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang, Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, Sabtu (30/5/2020).

Bermodalkan sepasang sepanduk, para aktivis lingkungan ini nekat mengubur diri di tumpukan sampah akibat tanggul yang jebol sejak seminggu lalu.

Aksi nekat ini dilatarbelakangi kekecewaan aktivis lingkungan terhadap pencemaran lingkungan akibat tumpahan sampah yang hampir menutup aliran sungai Cisadane.

“Sudah sejak desember 2019 lalu, kami sudah aktif memberikan kampanye #BahwaSungaiBukanTempatSampah kepada masyarakat dan pemerintah khususnya pengelola TPA Cipeucang,” tegas Kordinator Aksi di TPT, Cipeucang, Sabtu (30/5/2020).

Sekber Jeletreng juga sebelumnya sudah melakukan investigasi kelapangan melihat langsung bagaimana pemasangan turah/tanggul tidak akan menampung sampah, yang diakibatkan tidak berfungsinya pengelolaan sampah.

Semenjak tujuh hari setelah tanggul TPA Cipeucang jebol, sampah mencemari aliran sungai terbesar di kawasan Tangerang.

“Aksi damai kami ini mempunyai dua poin tuntutan, yang pertama meminta pengelola TPA menegakan Peraturan Pemerintah tentang sepadan sungai, dan mempercepat pemulihan sungai Cisadane,” kata yang berinisial Sdy ini.

Berdasarkan pengamatan media, di lokasi terlihat para pekerja dan puluhan alat berat sibuk melakukan pengangkatan sampah yang sudah tujuh hari menumpuk.

Sementara itu di tempat yang berbeda, warga Jelupang, Serpong Utara, Riyon sudah merasakan dampaknya, aroma yang tak sedap sudah mulai tercium oleh dirinya dan warga sekitar.

“Awalnya saya melihat di WA grup, yang ngomong bau sampah Cipeucang sudah sampai Lengkong. Nah… pas saya keluar rumah bener baunya sudah sampai sini,” kata Riyon saat dimintai tanggapannya terkait dampak TPA Cipeucang.

Padahal kata Riyon menambahkan, tempat tinggalnya jauh dari TPA Cipeucang, di Kecamatan Setu. Sementara tempat tinggalnya berada di kecamatan yang berbeda, yakni Serpong Utara.

Penulis : HR|Editor : SD