IBC, Surabaya – Partai Rakyat Demokratik (PRD) menilai bahwa kemunculan Covid-19 yang saat ini masih menjadi permasalahan bagi banyak negara memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia dalam proses pembangunan kehidupan berbangsa dan bernegara ke depan. Pelajaran terpenting adalah tugas negara dalam menjamin dan mengutamakan keselamatan kehidupan rakyat.

“Keselamatan kehidupan rakyat adalah hal yang utama di atas kepentingan apapun, dan kesejahteraan rakyat adalah perjuangan politik yang paling tinggi,” kata Ketua Umum PRD, Agus Jabo Priyono saat memberikan sambutan secara virtual di Jakarta, Senin (1/6).

Menurut Agus Jabo, dalam menghadapi Covid-19 ini harus diakui bahwa bangsa Indonesia belum siap dalam menghadapi pandemi penyakit tersebut. Ia menyebut, adalah banyak masalah yang harus diperbaiki, baik dari aspek kesehatan, anggaran, ekonomi dan politik.

“Di dalam negeri kita sendiri, terjadi kebimbangan, kelambatan, ketidaksiapan, tidak ada soliditas kepemimpinan, tidak ada kesatuan komando, simpang siur informasi,” jelasnya.

Ditambah lagi, saat masyarakat mengalami kecemasan menghadapi pandemi harus menghadapi ancaman PHK, sektor informal mandeg dan pengurangan upah kerja, tiba-tiba mereka dikejutkan dengan keputusan Presiden menaikkan iuran BPJS yang sebelumnya telah dibatalkan oleh Mahkamah Agung dan pengesahan UU Minerba oleh DPR RI.

“Tindakan tersebut melukai batin masyarakat, di saat mereka menjauhkan diri dari hiruk pikuk kehidupan ekonomi dan politik, dengan tetap tinggal serta kerja di rumah. Masyarakat menjadi curiga bahwa ada muatan kepentingan dari Oligarki yang mengambil keuntungan di tengah kecemasan,” ucap Agus Jabo.

Agus Jabo menilai, pemerintah seharusnya fokus dalam menghadapi pandemi Covid-19 dengan membangun kepemimpinan yang solid, menunda semua agenda, selain agenda menyelamatkan rakyat, baik kesehatan maupun kebutuhan hidup, agar masyarakat merasa tenang karena terpimpin. 

“Sebesar apapun musuh dan seberat apapun beban yang harus dipikul oleh negara dan masyarakat, jika bersatu padu akan menjadi ringan dan kita pasti sanggup mengalahkan serta melewati situasi berat ini,” tukasnya.

Berkaitan dengan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Juni ini, Agus Jabo memandang bahwa Indonesia saat ini membutuhkan tatanan baru yang sesuai dengan cita-cita proklamasi yang dituangkan dalam preambule UUD 1945 yang di dalamnya berisi tujuan Indonesia merdeka dan Pancasila sebagai dasar negara.

Tatanan yang pernah ditawarkan Bung Karno dalam SU PBB tahun 1960, di saat dunia pada waktu itu terbelah menjadi blok barat dan blok timur, tatanan baru untuk membangun dunia kembali, yang menjunjung tinggi kemanusiaan, kesetaraan dan keadilan. Membangun kehidupan dunia yang adil dan beradab dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

“Tinggalkan alam liberal yang telah gagal dan mendapatkan perlawanan rakyat di mana-mana, dengan percaya kepada kekuatan sendiri, mari kembali menegakkan serta melaksanakan Pasal 33 UUD 45,” jelasnya.

Penulis: JP|Editor: MH