IBC, Tuban – Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3K) Kabupaten Tuban melakukan pemantauan langsung pendistribusian bantuan di Kecamatan Kerek bersama-sama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompimka) Kerek dan Tim Suplier Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Pendopo Kecamatan Kerek, Tuban, Selasa (2/6).

Sekretaris Dinan Sosial P3A, S.Y. Emanuel, mengatakan bahwa pemantauan langsung bertujuan untuk memastikan kualitas dan kuantitas beras yang didistribusikan sesuai dengan ketentuan.

“Jadi, jangan sampai merugikan Keluarga Penerima Manfaat (KPM),” tandasnya di lokasi kegiatan.

Sekedar informasi, Bansos BPNT yang didistribusikan tersebut meliputi beras 15 kilogram, telur 1,2 kilogram, daging ayam 6-7 ons, tahun dan tempe senilai Rp. 10.000. Total bantuan tersebut senilai Rp. 200.000 per KPM.

Dalam kesempatan yang sama, Camat kerek Sugeng Purnomo berharap distribusi bantuan tersebut berjalan lancar dan sesuai dengan peruntukkannya. Ia ingin pemantauan langsung itu dapat menjamin kualitas dan kuantitas sampai ke KPM.

“Dengan pengecekan ini unsur transparasinya itu ada, jadi pandangan masyarakat selama ini apakah beda kualitas tiap desa antarkecamatan, insyaAllah se- Kecamatan Kerek bahkan Kabupaten Tuban kualitasnya layak dan baik,” ujarnya.

Dengan begitu, kata Sugeng, masyarakat dan seluruh komponen dapat memantau secara langsung bantuan yang disalurkan kepada KPM. “Semua transparan dan tidak ada yang dirugikan.”

Untuk diketahui, jumlah penerima Bansos BPNT di Kecamatan Kerek saat ini mencapai 4.218 KPM yang tersebar di 17 Desa. Jumlah KPM itu terdiri dari penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan penerima BPNT murni.

Jumlah KPM di Kecamatan Kerek mengalami peningkatan sebanyak 228 keluarga setelah adanya pandemi Covid-19 yang menjadi permasaalahan global saat ini. Sebelumnya, jumlah KPM di Kerek sebanyak 3.900 keluarga.

Sementara itu, Pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kerek, Murtaji, berharap proses distribusi Bansos dari agen ke KPM dapat selesai dalam dua hari ke depan.

“Agen ada di setiap desa, jadi tiap-tiap agen tahu kebutuhan KPM desa masing-masing, jadi agen tidak kesulitan mengambil jatahnya,” ucapnya.

Murtaji mengklaim hingga saat ini tidak masalah dalam distribusi Bansos BPNT di Kecamatan Kerek karena ia bekerja secara objektif dan profesional. Apabila ditemukan beras yang tidak layak konsumsi, pihaknya akan menggantinya dengan yang baru.

“Alhamdulillah selama ini yang diterima KPM adalah beras layak konsumsi. Karena pemasok dan Dinsos selalu mengontrol sebelum dibagikan,” tutupnya.

Penulis: MAA|Editor: MH