IBC, Tuban – Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Tuban mengundang para perwakilan pelaku usaha dalam rangka penerapan standar Covid-19 bidang pariwisata di aula kantor dinas setempat, Rabu (3/6).

Dalam pertemuan itu, para pelaku usaha diberikan sosialisasi mengenai SOP pelayanan wisata yang sesuai dengan standar Covid-19 dan persiapan menuju new normal. Selain itu, ada pula launching aplikasi sistem informasi pengembangan usaha pariwisata.

Hadir dalam pertemuan itu, pelaku usaha pariwisata dari perhimpunan hotel dan restoran, paguyunan pemangku makam, forum pokdarwis, paguyuban karaoke, Perhutani KPH Jatirogo, Tuban dan Parengan serta pengusaha objek wisata swasta.

Kepala Disparbudpora Tuban, Suwanto, berharap agar para pengelola wisata dapat mempersiapkan peralatan dan petugas sesuai dengan standar operasional prosedur. Selain itu, mereka juga diminta untuk menunggu surat edaran selanjutnya dari pemerintah pusat dan provinsi untuk membuka kembali usaha pariwisata.

“Kami memperkirakan, kisaran Agustus kalau pandemi bisa teratasi baru boleh dibuka kembali,” kata dia.

Suwanto menjelaskan, SOP nantinya akan diberlakukan bagi karyawan dan pengunjung yang berada di lokasi wisata untuk menyesuaikan diri dengan standar Covid-19 dan meminimalisir penyebaran virus.

“Satu agenda rapat termasuk di antaranya penandatanganan MoU pemberlakuan pelaporan usaha wisata secara online,” tandasnya.

Tidak hanya itu, Ia juga mengimbau agar para pelaku usaha pariwisata yang tidak tutup selama pandemi seperti hotel dan rumah makan untuk memenuhi standar Covid-19 dalam pelayanannya.

“Bagi pengelola objek wisata agar mempersiapkan SOP dan peralatan pendukung sambil menunggu instruksi selanjutnya,” ucap Suwanto.

Untuk pengunjung, Suwanto meminta agar wisatawan dapat memahami dan mematuhi standar Covid-19 sebelum dan selama berkunjung di objek wisata dan mengunjungi rumah makan di restoran.

“sehingga penyebaran Covid-19 bisa dicegah sejak awal,” tutupnya.

Penulis: MAA|Editor: MH