IBC, SULA – Hadirnya 2 jaringan di Desa Falabisahaya yakni jaringan IM3 dan jaringan Telkomsel tidak memuaskan masyarakat Desa Falabisahaya secara langsung karena keterbatasan penjaringan sinyal 4G.

Dalam amatan media, keterbatasan informasi juga terkait sistem online melambatkan masyarakat dalam mengekspos serta mengupadate berita-berita terbaru.

“Saya merasa setengah mati karena jaringan 4G tidak ada di Desa Falabisahaya ini, kami kuliah online juga sesuai instruksi Pemerintah sangat bermsalah dengan jaringan, terpaksa harus ke tempat wifi dan membayar biaya lagi,” ungkap Mahasiswa Unkhair, Faldi yang berdomisili di Falabisahaya, Sabtu (6/6/2020)

Secara terpisah Ernawati salah satu warga Desa Falabisahaya mengungkapkan keluhannya bahwa untuk dua jaringan di Desa Falabisahaya, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula, tidak memuaskan masyarakat dalam mengelola informasi.

“Sudah lama masyarakat mau ada jaringan 4G tapi tidak ada, tapi di Desa Parigi saja yang terpencil ada jaringan 4G sementara kami sudah ditetapkan sebagai induk Kecamatan Mangoli Utara tidak digubris,” cetus Ernawati.

Selanjutnya Wati menambahkan terkait masalah jaringan 4G masyarakat mau pihak DPRD perwakilan dari Kecamatan Mangoli Utara bantu masyarakat untuk pengadaan jaringan 4G tersebut.

“Yah kami juga harap siapa tahu DPRD juga bisa bantu dan kawal maunya masyarakat saat ini,” keluh Wati seraya berharap.

Ketua Umum (Ketum) Himpunan Pelajar Mahasiswa Mangoli Utara (HPMMU), Risman Mansur mengatakan agar pihak Dewan bisa mengawal keluhan masyarakat, dan juga pihak Telkomsel segera adakan jaringan 4G di Desa Falabisahaya.

“Kami hanya bisa berharap yang terhormat DPRD bisa sama-sama berjuang untuk perjuangkan keluhan masyarakat, sebab kami juga sebagai Mahasiswa dengan keadaan emergency saat ini kami lemah dengan masalah yang berkaitan dengan online, apalagi kami mahasiswa yang saat ini gunakan online,” tegas Risman.

Penulis : Havid | Editor : YES