IBC, LEBAK  – Asnawi (70) tahun warga Kampung Bojongleles, Desa Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten pernah merasakan dua hari tidak makan nasi selama wabah virus corona atau Covid-19. 

Asnawi menceritakan merasakan perut tidak keroncongan sehari saja sudah menjadi sebuah nikmat dan karunia yang amat mendalam. Kata Asnawi, dia pernah meraksakan tidak makan selama 2 hari saat wabah virus corona atau Covid-19. “Pernah tidak makan selama dua hari, untung ada singkong rebus dan minum air putih. Saya orang enggak punya,” kata Asnawi saat ditemui dikediamanya, Minggu 6 Juni 2020.

Asnawi, hanyalah seorang pekerja serabutan, semenjak wabah virus corona yang melanda Kabupaten Lebak, Banten. Kehidupan dia ikut terimbas dengan adanya kebijakan pemerintah agar warganya berada di rumah aja.

Wajah Asnawi sempat murung, menahan rasa sakit di perut akibat sering kelaparan karena tidak makan. Kemudian, sambil menitikan air mata, dia bercerita bahwa untuk memembeli beras saja tidak mampu. Saat ini, Asnawi sangat berharap datangnya darmawan ataupun relawan untuk menutup pilu yang dia rasakan saat ini.

“Saya kerja serabutan, ini juga kalau ada, kalau enggak ada mah sudah menganggur dan kembali hanya mengandalkan uluran tangan dari tetetangga karena kondisi tenaga yang sudah mulai renta,’’ kata Asnawi.

Saepulah (34) tahun, anak pertama Asnawi yang tinggal di Desa Tambak Baya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, Banten membenarkan kondisi yang dialami bapaknya. Kata Saepulah dia kerap sesekali datang untuk menengok kondisi orang tuanya yang sangat memperihatinkan. “Sering menengok kondisi orang tua saya yang saat ini kondisinya sering sakit-sakitan,’’ ujar Saepulah.

Menurut Saepulah selama 13 tahun tinggal di Bojongleles tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah Kabupaten Lebak. Kata Saepulah sebelumnya dia pernah mengajukan agar mempunyai e-KTP di Bojongleles. Namun sampai sekarang bapaknya masih berdomisili di Desa Tambak Baya. Saepulah menyebut bapaknya belakangan ini mulai sering sakit-sakitan.

Keberadaan Asnawi diketahui dari informasi berita baksos yang dilakukan oleh Kejaksaan Negeri Lebak yaitu terjadi pada hari Kamis 21 Mei 2020. Waktu itu, kata Saepulah Bapaknya menceritakan tentang kondisi ekonominya terkait ia pernah tidak makan selama dua (2) hari lantaran tidak mampu lagi untuk membeli beras.

Saepulah menjelaskan bahwa Asnawi pernah tinggal di Tambak Baya karena istrinya yang tak lain Ibu kandungnya sendiri sudah lama meninggal. Kata Saepulah setelah Ibunya meninggal 13 tahun yang lalu. Asnawi kembali ke Bojongleles. Saepulah tidak memungkiri bahwa orang tuanya selama ini kerap kali mengandalkan bantuan dari tetangga terdekatnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lebak Didin Nurohman sangat perihatin atas keadaan yang terjadi terhadap warga tersebut. Kata Didin, pihaknya akan mendorong agar pemerintah segera hadir untuk membantu meringankan beban hidup yang dialami oleh Pak Asnawi.

Menurut Didin, melihat dari kondisi foto yang tersebar di WhatsApp jelas sangat memperihatinkan dan sudah selayaknya mendapatkan bantuan dari Pemerintah.

“Saya meminta Dinas Sosial agar segera berkomunikasi dengan Desa setempat untuk mengidentifikasi apa yang menjadi persoalan kenapa warga tersebut tidak mendapatkan bantuan. Pokoknya saya akan memastikan agar pak Asnawi bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah,’’ tegas Ketua DPRD Lebak tersebut.

Editor : YES