IBC, JAKARTA – Komite Rakyat Nasional-Jokowi (Kornas-Jokowi) mendukung penuh langkah Menteri BUMN, Erick Thohir yang menolak keras rencana belanja modal (capital expenditure/capex) PT PLN (Persero) Rp 100 triliun.

Seperti halnya dilansir detik.com, Sabtu (13/6/2020), bahwa Erick meminta belanja PLN dipangkas sekitar 30% hingga 40% dari rencana Rp 100 triliun tersebut.

“Tentu kami dari Kornas-Jokowi sangat mendukung langkah Menteri BUMN melakukan pemangkasan belanja modal PLN dengan nilai pantastis itu,” ujar Sekretaris Jenderal Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh, melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (13/6/2020).

Lanjutnya, selain itu juga Akhrom menyampaikan, bahwa Menteri BUMN juga tidak menginginkan perusahaan plat merah bermain proyek, apalagi modal sebesar itu tidak jelas untuk apa kegunaannya.

“Saya kira cukup jelas apa yang dilakukan pak Erick Thohir. Pak Erick juga nggak mau perusahaan plat merah di bawah asuhannya terlibat bermain proyek, apalagi modal sebesar itu nggak jelas untuk apa peruntuannya,” terang Akhrom yang juga tergabung di Komite Penggerak Nawacita ini.

Pada prinsipnya sambung Akhrom, pihaknya mendukung penuh langkah-langkah Menteri BUMN melakukan pemangkasan modal tersebut, selagi hal itu atas nama bangsa dan negara. Apalagi lanjutnya, di tengah pandemi Covid-19 sekarang ini.

“Sudah sewajibnya dalam kondisi sekarang harus menghemat uang negara,” tambah Akhrom.

“Coba kita perhatikan apa yang dilakukan pak Erick Thohir semestinya kita dukung langkahnya melakukan banyak terobosan demi perbaikan di tubuh BUMN. Itu artinya hemat kami, pak Erick melakukan langkah yang tepat, apalagi melakukan penghematan uang negara. Ya kita tahulah selama ini perusahaan plat merah diwariskan seperti apa,” papar Akhrom.

Kalaupun ada pihak-pihak yang merongrong kebijakan Menteri BUMN, menurut Akhrom hal tersebut patut dipertanyakan apalagi yang merongrong dari koalisi pemerintah.

Penulis : AI|Editor : SD