IBC, JOGJAKARTA – Upaya dan gagasan merumuskan Rancangan Undang-U undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) harus dijadikan dasar prinsip tujuan bernegara yakni melindungi bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan serangan ideologi lain yang  masuk, untuk mewujudkan tatanan masyarakat yang sejahtera, aman, sentosa.

Kepala Pusat Studi Pancasila UPN Veteran Yogyakarta (PSP UPNYK) Lestanta Budiman menyampaikan pembinaan maupun bimbingan Ideologi Pancasila sangatlah bersifat mendesak untuk dilaksanakan.

“Berdasarkan hasil kajian riset pada Senin 15 Juni bahwa Ideologi Pancasila bersifat mendesak untuk dilaksanakan menginggat banyaknya ancaman ideologi berbahaya, seperti komunisme, fundamentalisme, radikalisme, terorisme, dan ekstrimisme berbasis agama,” ungkapnya melalui keterangan tertulis yang diterima IBC, Selasa (16/6/2020).

Menurut Adi Lobo, sapaan akrab ketua PSP UPNYK, tidak dipungkiri bahwa masih ada yang inkonsisensi dan inkoherensi didalam pasal RUU HIP dalam menegaskan Pancasila sebagai Ideologi dan haluan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

“Misalnya dari polemik politis, muncul melaui adanya penolakan dan sikap terhadap keberadaan RUU HIP. Dari aspek ideologis, menghubungkan RUU HIP dengan ideologi lain yang tidak berimbang, sehingga menimbulkan dugaan adanya upaya pelemahan Pancasila dalam aspek ideologi kenegaraan melalui RUU HIP, yang harus diluruskan oleh pemerintah,” ujarnya.

Oleh karenanya dirinya menegaskan Pancasila adalah sebagai dasar negara seperti yang tercantum di pembukaan UUD45 mempunyai kedudukan tetap dan tidak berubah maupun diubah-ubah.

“Maka hal ini menegaskan bahwa Pancasila sebagai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara di tengah kemajemukan masyarakat menjadikan mendesak dilakukan,” tegas Adi Lobo.

Penulis : Dovi | Editor : YES