IBC, PELALAWAN – Perusahaan Kelapa Sawit (PKS) PT. Safari Riau yang beroperasi di Kabupaten Pelalawan, Riau dianggap tidak patuh terhadap keputusan Pengadilan Tinggi Pekanbaru atas MoU dengan anggota Koperasi Terantang Jaya Mandiri (TJM) Nomor SR/PK/III/2011/01 dan nomor:01/KOP-TJM/III/2011.

Menurut Bambang Sugianto salah satu pemilik kebun sawit program Kredit Koperasi Primer Anggota (KKPA) mengatakan pihak manajemen perusahaan PT Safari Riau yang merupakan anggota RSPO dan ISPO itu sebagai pembohong besar.

Menurutnya Perjanjian kerjasama (Cooperation Agreement) PT. Safari Riau dengan koperasi Terantang Jaya Mandiri (Kop-TJM) dalam pembangunan dan pengelolaan perkebunan kelapa sawit pola KKPA dengan sengaja diingkari pihak perusahaan.

“Saya ingin perusahaan harus mengembalikan dana sertifikat itu ke warga atau anggota KKPA, kan sudah jelas tertuang didalam MoU tahun 2011. Anggota KKPA harus faham hal ini,” kata Bambang ketika ditemui dikediamannya, Kamis (18/6/2020) siang.

Ia menjelaskan MoU antara PT Safari Riau dengan Kop-TJM sudah dikuatkan oleh keputusan pengadilan Negeri Pekanbaru dan pengadilan Tinggi Pekanbaru. Namun anak perusahaan PT Adei Plantation tersebut terkesan tidak menghormati Negara dengan mengabaikan ketetapan atas sah nya MOU Nomor SR/PK/III/2011/01 dan nomor:01/KOP-TJM/III/2011.

Kemarahan Bambang semakin memuncak ketika pihak perusahaan melalui Humas, Adi Nugroho disebuah berita online yang menyebutkan bahwa pendapat siapapun tentang isi perjanjian tersebut sudah final dan tidak ada perdebatan lagi.

“Apapun pendapat dari siapapun tentang isi perjanjian tersebut, pada prinsipnya sudah tidak ada perdebatan lagi atau sudah final berdasarkan putusan pengadilan negeri Pekanbaru yang dikuatkan oleh putusan pengadilan tinggi,” statement Adi Nugroho disebuah media online pada 9 Juni 2020 lalu.

Selanjutnya >>>