IBC, JAKARTA – Langkah Menteri BUMN, Erick Thohir membongkar posisi komisaris dan direktur di BUMN banyak mendapat sorotan, terutama dari orang-orang yang selama ini menganganggap BUMN adalah hadiah balas jasa dari kerja-kerja politiknya.

Perombakan posisi direksi BUMN dari pejabat yang dianggap kinerjanya tidak optimal adalah bagian dari upaya untuk menyehatkan perusahaan plat merah tersebut.

Demikian disampaikan Pemerhati Ekonomi, Emi Sulyuwati kepada media dalam rilisnya yang diterima redaksi, Jumat (19/6/2020). Menurut Ade begitu panggilan karibnya, mendorong agar penunjukan direksi BUMN mengedepankan prinsip profesionalisme. Prinsip tersebut perlu diperhatikan guna meningkatkan kinerja, dan bukan sekadar bagi-bagi kekuasaan.

“Telah jadi rahasia umum, posisi komisaris dan direksi di BUMN banyak dijabat orang titipan yang tidak berkualitas dalam meningkatkan dan menyehatkan BUMN tempat ia berada,” ujar Aktivis 98 yang dulu pernah tergabung dalam Komite Mahasiswa dan Rakyat untuk Demokrasi (KOMRAD) ini.

Lanjutnya, profesionalisme yaitu memilih direksi harus yang punya visi misi ke depan untuk meningkatkan kinerja BUMN. Artinya kata Ade, komisaris dan direksi harus mempunyai konsep seperti apa untuk membangun BUMN.

Selain itu papar Ade, penunjukan direksi BUMN semestinya tidak terkait dengan partai politik atau relawan pendukung apapun, sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik, “tidak menjadi sapi perahan partai dan relawan pendukung tertentu,” sambung dia.

Demikian juga selanjutnya ialah integritas. “Direksi sudah sepantasnya tidak cacat hukum dan tidak terkait korupsi. Track recordnya itu penting diperhatikan,” tutupnya.

Untuk diketahui, sebelumnya Menteri Erick Thohir mengatakan perombakan dilakukan bukan berdasarkan suka tau tidak suka, hal itu lakukannya berdasarkan kinerja. Ia juga mengaku sebelum mengambil keputusan selalu berkonsultasi dengan menteri terkait, guna memilih jajaran direksi yang tepat.

Selanjutnya, dalam pemilihan direksi BUMN, Erick Thohir juga mendengar masukan dari pihak swasta. “Saya mendengar pasar, kalau membangun ekosistem baiknya harus diterima pasar,” kata Erick seperti dilansir salah satu media online nasional beberapa waktu yang lalu.

Penulis : RK|Editor : YES