IBC, SOLO – Dari Bertemu Teman-teman Pengajian Eyang Noto Hingga Tawarkan Bantuan Untuk Para Lansia Yang Sakit, Begini Safari Bagi Sembako Gibran di Laweyan!

Gibran Rakabuming Raka (33) membagikan sembako bagi warga terdampak Covid-19, di RT 1 RW 1, Kel. Bumi, Laweyan, Surakarta, Sabtu, (20/6/2020) siang.

Dalam blusukannya kali itu, Gibran bertemu dengan sekelompok nenek-nenek yang menyambutnya antusias, “Mas Gibran, Selamat datang! Ini kami teman-teman pengajiannya almarhumah Eyang Noto, sampe dikasih seragam sama Eyang,” ujar mereka senang.

“Oh, nggih, Mbah. Alhamdulillah… Sehat nggih?” Sapa Gibran sambil menundukkan kepala.

Tampak di perkampungan tersebut, Ibu-ibu PKK sudah menyiapkan 90 porsi selat yang siap dibagikan kepada balita dan lansia. “Kalau menu ganti-ganti, kadang nasi udang, kadang sup makaroni sama buah,” ujar Marfu’ah, kader PKK.

Marfu’ah turut menyampaikan, warga senang dengan kedatangan Gibran, “Seneng banget, di sini diperhatikan, karena selama Covid-19 pemasukan gak ada. Mas Gibran ke sini bagi sembako, Alhamdulillah,” tuturnya.

Gibran juga bertemu dengan Mbah Taufik (65), lansia yang menderita stroke. Usai menyerahkan sembako, Gibran terduduk di hadapan beliau, menawarkan bantuan agar bersedia diantar periksa.

“Kalau Mbah mau periksa, bilang ke Pak RT, nanti biar tim bantu antar berobat nggih Mbah,” ujar pemilik Goola dan Gaaram itu.

Anak dari Mbah Taufik pun mengucapkan terima kasih atas tawarannya, “Ya nanti pas misal kondisinya gawat atau genting ya mas. Misal masih bisa saya kondisikan, biar saya antar berobat dengan motor,” jawabnya.

Saat melanjutkan perjalanan, Gibran juga bertemu dengan Mbah Maryana yang sakit diabetes menahun. Usai berbincang mengenai kondisi kesehatan dan menawarkan bantuan pendampingan berobat, Gibran pun menitipkan bantuan sembako.

Hingga akhirnya Gibran bertemu dengan Sri Widartiningsih (50) dan Eni (63) keduanya mengeluh kondisi ekonomi selama pandemi.

“Kami jualan makanan semua, pas Covid-19 ya kerasa banget. Harus bayar kontrakan, nyicil gerobak, kalau boleh apa bisa minta bantuannya Mas Gibran buat betulin gerobak ya,” ujarnya malu-malu.

Gibran pun mendengar keluhan tersebut, “Insya Allah nggih Bu, nanti kami bantu,” tuturnya.

Dalam blusukannya kali itu, Gibran pun dicegat oleh awak media yang menanyakan soal isu rekomendasi dari PDIP yang jatuh kepada dirinya.

Gibran menjawab santai dan tidak ingin berspekulasi lebih jauh, dirinya lebih memilih menunggu surat keputusan resmi dari Megawati.

Penulis : TN|Editor : YES