IBC, JAKARTA – Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Teddy Gusnaidi menantang para politisi dan tokoh yang mengatakan bahwa pandangan Soekarno tentang Ekasila dan Trisila itu, untuk menjadikan negara ini negara anti Pancasila, negara komunis dan negara anti agama.

“Saya tantang para politisi dan tokoh yang identitasnya jelas, untuk mengatakan bahwa pandangan Soekarno tentang Ekasila dan Trisila itu, untuk menjadikan negara ini negara anti Pancasila, negara komunis dan negara anti agama. Jangan jadi pengecut bicara diwilayah abu-abu,” cuitnya di akun twitter pribadinya @TeddyGusnaidi, Sabtu (20/6/2020).

Teddy menegaskan jangan demi mendapatkan pangsa pemilih umat Islam untuk kepentingan politik, lalu mengatasnamakan umat dan rakyat dalam memvonis soal ekasila dan trisila itu adalah ajaran komunis dan anti agama.

“Harus berani memvonis Soekarno, bukan Jokowi atau yang lainnya. Berani gak?” tegasnya.

Dirinya kembali menegaskan berani tidak memvonis Soekarno.

“Kalau gak berani, artinya sadar bahwa memvonis komunis dan anti agama atau anti Tuhan itu, hanya untuk kebutuhan politik, kebutuhan eksis, kebutuhan menyerang Pemerintah dan yang terakhir adalah kelompok pro komunis dan khilafah, yang anti Pancasila,” tegas Teddy lagi.

Yang normal itu, menurut Teddy, DPR membuat draft dan menyebarkan ke berbagai elemen masyarakat. Ia menambahkan berbagai elemen masyarakat memberikan masukan dan juga pertanyaan, sehingga bisa dibahas oleh DPR untuk koreksi atau tidak.

“Bukan malah langsung memvonis bahkan merembet menyerang pemerintah,” tutur Teddy.

Selanjutnya >>>