IBC, JAKARTA – Pemerintah telah menyiapkan total anggaran subsidi bunga untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebesar Rp35,2 triliun. Hal tersebut diungkapkan Djoko Hendratto, Direktur Sistem Manajemen Investasi, Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb), Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dalam acara Dialogue Kita: Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk UMKM.

“Subsidi bunga ini akan diberikan selama 6 bulan. Hal ini sesuai dengan PMK 65/2020,” papar Dirjen DJPb, di Jakarta, Jumat (19/62020).

Lebih lanjut, Dirjen DJPb menyampaikan, bahwa subsidi bunga kepada UMKM kriterianya yakni, satu, bagi perbankan dan perusahaan pembiayaan yakni pinjaman sampai dengan Rp500 juta itu akan mendapatkan subsidi bunga 6 persen untuk tiga bulan pertama dan 3 persen untuk 3 bulan kedua.

Untuk pinjaman di atas 500 juta sampai dengan 10 miliar itu akan mendapat subsidi bunga 3 persen untuk 3 bulan pertama dan 2 persen untuk tiga bulan kedua,” ujarnya.

Sambung Dirjen, kedua adalah lembaga penyalur kredit program di antaranya koperasi, BLU (Badan Layanan Umum), Pegadaian maupun PNM. “Pinjaman sampai dengan 10 juta subsidinya sebesar beban bunga debitur. Hampir seluruh bunganya ditanggung pemerintah (DTP), maksimum 25 persen, diambil bunga tertinggi,” jelas dia.

Pinjaman di atas 10 jt sampai dengan 500 juta, menurut Dirjen DJPb, subsdidi bunganya 6 persen untuk 3 bulan pertama dan 3 persen untuk 3 bulan kedua, disamakan dengan perbankan.

“Pinjaman di atas 500 juta (sampai dengan 10 miliar) disamakan dengan perusahaan pembiayaan-perbankan, 3 persen di 3 bulan pertama dan 2 persen di 3 bulan kedua,” paparnya.

Selain itu kata Dirjen, hal ini mencakup institusi 102 bank umum, 1.570 BPR, 176 BPRS, 110 perusahaan leasing terdaftar di OJK. BUMN penyalur antara lain UMi, Mekaar, PT PNMPT, dan Pegadaian. “Total koperasi 297 yang tersebar di 4 BLU yaitu PIP, LPDB, P2H LPMUKP,” jelas Dirjen DJPb

Sementara itu, Kepala Pusat Kebijakan Sektor Keuangan, Badan Kebijakan Fiskal (BKF), Adi Budiarso menambahkan, dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk menanggulangi dampak Covid-19, pemerintah telah menyiapkan dana stimulus supply side (sisi produksi) untuk dunia usaha total sebesar Rp402,45 triliun.

“Di dalamnya terdapat alokasi untuk Ultra Mikro dan UMKM total sebesar Rp123,46 triliun melalui subsidi bunga, penempatan dana untuk restrukturisasi UMKM, belanja Imbal Jasa Penjaminan (IJP), penjaminan untuk modal kerja (stop loss), PPh Final Ditanggung Pemerintah (DTP), pembiayaan investasi melalui Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB KUMKM),” tandas Adi.

Penulis : ZK|Editor : YES