IBC, JAKARTA – Tuntut keadilan, para korban penganiayaan yang telah dilakukan oleh Novel Baswedan mendirikan tenda dan menginap di depan Kantor Kejaksaan Agung (Kejagung) RI.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP KNPI Jackson AW Kumaat mengaku iba dengan nasib empat korban yang sejak tahun 2004 masih terkatung-katung. Dia pun meminta Kejagung RI segera meminta Kejaksaan Negeri Bengkulu untuk menyidangkan kasus tersebut.

“Negara kita adalah negara hukum. 4 korban ini harus kita bantu karena menuntut keadlian yang sesuai dengan hukum dan undang-undang yang berlaku,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/6/2020).

Jackson menerima itu, melanjutkannya kembali memproses sidang terhadap Novel yang juga mantan Kasat Reskrim Polres Bengkulu telah sesuai dengan peraturan dan peraturan-undangan yang berlaku.

“Kalau hukum luar dan UU kami tidak akan mendukung, tapi ini hukum dan UU yang mendukung hukum prosea harus dijalankan,” pungkasnya.

Perlu diketahui kasus Novel Baswedan, berkas perkaranya itu sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Bengkulu pada tanggal 29 Januari 2016 lalu.

Selanjutnya pada tanggal 2 Februari 2016, JPU menarik kembali surat persetujuan dengan alasan mau menyempurnakan dakwaan.

Seoanjutnya >>>