IBC, JAKARTA – Apakah kamu suka melakukan aktivitas mandi pada malam hari? Rasanya akan sangat segar, bukan? Apalagi sepulang bekerja dari menjalankan aktivitas di luar rumah seharian. Apakah benar bahwa mandi pada malam hari bisa menyebabkan penyakit rematik?

Untuk orang Indonesia yang kebanyakan waktunya habis di bawah terik cuaca panas, “takaran” porsi mandi yang tepat adalah dua kali sehari: sekali di pagi hari, dan sekali lagi di malam menjelang tidur. Namun, Anda tentunya pernah mendengar bisik tetangga bahwa mandi malam bikin rematik, alias nyeri sendi, yang bikin Anda mengurungkan niat masuk ke kamar mandi.

Kepercayaan bahwa mandi malam bikin rematik hanyalah sebatas mitos. Tidak ada hubungannya antara mandi malam hari dengan terjadinya atau kekambuhan rematik. Rematik itu sendiri merupakan suatu penyakit autoimun yang menyebabkan peradangan, nyeri, kekakuan, dan keterbatasan gerak pada sendi, tulang, tendon, ligamen, dan otot.

Para ahli berpendapat bahwa penyebab encok dan rematik pada dewasa adalah tingginya kadar asam urat. Asam urat tidak terdapat dalam kandungan air mandi. Asam urat dihasilkan dari kerusakan alami sel tubuh Anda dan dari makanan yang Anda makan. Kadar asam urat yang terlalu tinggi umumnya disebabkan oleh terlalu sering dan banyak mengonsumsi makanan yang mengandung purin, terutama daging merah, jeroan, minuman beralkohol, dan seafood.

Dengan kata lain, mandi malam hari tidak bikin rematik, namun Anda memang akan merasa kedinginan.

Selain itu ahli kesehatan menjelaskan bahwa udara dingin dan air dingin merupakan faktor utama yang dapat menyebabkan penyakit rematik. Untuk pengidap penyakit rematik, disarankan sebaiknya hindari mandi pada malam hari. Namun, jika kamu ingin mandi di malam hari, sebaiknya gunakan air hangat.

Meski mandi bukanlah penyebab langsung dari kemunculan atau kekambuhan rematik, namun kebiasaan mandi malam dengan air dingin tetap tidak disarankan baik untuk orang yang sehat walafiat atau yang punya keluhan rematik atau asam urat.

Suhu dingin dapat mengakibatkan kapsul pada sendi menjadi mengkerut. Kondisi ini menyebabkan munculnya rasa nyeri pada pengidap rematik. Rematik sendiri merupakan penyakit yang menyebabkan radang, kemudian mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan bengkak pada sendi. Penyakit ini disebabkan oleh gangguan autoimun. Tangan, pergelangan tangan, kaki, dan lutut merupakan bagian tubuh yang sering terkena penyakit rematik.

Hal ini pun dibenarkan oleh seorang profesor dari departemen psikiatri dan anestesiologi, Harvard Medical School, Robert Newlin Jamison. Jamison menyatakan bahwa rematik bisa kambuh saat cuaca dingin akibat perubahan tekanan udara.

Bayangkan jika jaringan yang ada di sekitar sendi berbentuk seperti balon besar yang isinya terdapat sendi. Ketika diguyur air dingin dari shower, maka tekanan udara di lingkungan menurun dan menekan tubuh hingga jaringan di sekitar sendi semakin membesar. Perbesaran jaringan ini membuat beban sendi bertambah dan kemudian muncul nyeri. Walaupun begitu, Jamison menyatakan jika teori tersebut belum terbukti dapat menjelaskan mengapa rematik kambuh di udara dingin. Masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui alasan pastinya.

Mandi malam juga dapat mempercepat proses penuaan tubuh. Hal ini disebabkan karena ketika Anda kedinginan, tubuh Anda akan mengalami fase stress sehingga akan meningkatkan metabolisme dan meningkatkan aliran darah untuk menyuplai oksigen ke seluruh tubuh. Pembesaran jaringan organ dalam tubuh dapat makin membebani kerja sendi, sehingga muncul nyeri.

Bagaimana Gejala Penyakit Rematik?

Penyakit rematik timbul dengan gejala nyeri dan kekakuan sendi yang memburuk pada pagi hari setelah bangun tidur atau setelah duduk dalam waktu yang lama. Kekakuan biasanya membaik dengan melakukan pergerakan. Gejala penyakit rematik ini cenderung hilang dan timbul.

Gejala lainnya seperti lelah, gatal pada mata dengan sensasi terbakar, bisul pada kaki, penurunan nafsu makan, kebal pada kulit telapak kaki dan kesemutan, sesak, demam, sendi memerah, nyeri, dan bengkak.

Bagaimana Pencegahan Penyakit Rematik?

1. Olahraga Teratur

Hal pertama yang bisa kamu lakukan untuk mencegah terjadinya rematik adalah dengan melakukan olahraga secara teratur. Latihanlah dengan rutin, karena ini tidak hanya membuat kamu menyehatkan kondisi jantung, tetapi juga akan membuat tulang terhindar dari serangan rematik.

2. Konsumsi Sayuran dan Buah

Sayuran dan buah bisa menjadi salah satu makanan yang diolah tanpa bahan kimia dan sangat cocok untuk mencegah rematik. Bahkan jika kamu memadukan konsumsi berbagai buah dan juga sayuran, ini diyakini bisa meringankan penyakit rematik kamu.

3. Cukup Minum Air Putih

Kamu juga sangat dianjurkan untuk mengkonsumsi air putih, karena jika air putih tercukupi akan membantu pembentukan 70 persen tulang rawan pada persendian. Selain itu, kebiasaan ini dapat membantu melumasi tulang, sehingga tidak akan menggosok satu sama lain.

4. Lakukan Peregangan

Melakukan peregangan juga dinilai mampu meningkatkan kerja dan kekuatan sendi. Namun, pastikan juga sebelum kamu melakukan peregangan, lakukan pemanasan terlebih dulu. Melakukan peregangan tanpa dibarengi dengan pemanasan memperburuk kerja sendi dan menambah ketegangan otot.

5. Berjalan Kaki

Kamu bisa melakukan olahraga kecil yaitu berjalan kaki tanpa menggunakan alas kaki. Kamu bisa melakukannya 2 kali dalam seminggu, sehingga bisa membantu meningkatkan kerja otot pada bagian kaki dan juga persendian.

Penyakit ini terjadi menyerang pada 1–5 persen orang dewasa di seluruh dunia dan lebih sering terjadi pada usia 20-40 tahun. Wanita mempunyai indikasi 2–3 kali lipat menderita rematik dibanding laki-laki.

Penulis : FA | Editor : YES

Diolah dari berbagai sumber