IBC, TARAKAN – Puluhan ibu-ibu warga Perumahan Baiti Jannati mendatangi kantor developer PT. Asmaul Husnah Tarakan (AHT) untuk meminta penjelasan lantaran air bersih yang diharapkan dari pihak perusahaan tak kunjung terealisasi hingga saat ini,  Selasa, (30/6/2020) siang.

Perihal kedatangan mereka juga untuk meminta penjelasan dari pihak perusahaan yang disinyalir diduga terjadi penggelapan dana yang tak sesuai perjanjian yang awalnya disepakati.

Di luar kantor developer PT. AHT, puluhan ibu-ibu ini menanti pihak developer menyambut mereka, salah satu warga yang ikut melakukan aksi menjelaskan alasannya mendatangi kantor itu.

“Kita menuntut hak kami dengan perjanjian-perjanjian yang sudah dilakukan serta sesuai yang tertera di brosur,” ucap Nurbaiti dengan nada kesal.

Selanjutnya Nur panggilan akrab Nurbaiti menerangkan permasalahan air bersih ini sebelumnya telah ada dalam kesepakatan yang tertera di brosur dan mengenai pemasangan air bersih tersebut pun pihak perusahaanlah yang berkewajiban untuk membayar sesuai uang pembayaran yang telah diberikan nasabah sebelumnya.

“Hak masalah air bersih dari PDAM yang yang direncanakan akan dipasang di tiap unit perumahan sesuai dengan perjanjian serta yang telah tertera di brosur developer,” terangnya.

Menurut Nur, masalah ini sebenarnya sudah berlarut-larut hingga berkisar satu tahun lebih.

Selanjutnya >>>