IBC, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Sukamta meminta operator seluler untuk berkontribusi lebih memberikan kualitas dan layanan internet murah bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Mengingat, di masa pandemi ini segala aktivitas, mulai dari pekerjaan hingga kegiatan belajar harus dilakukan secara daring.

“Di masa sekarang ini, masyarakat kita dipaksa untuk bekerja dari rumah. Kalau dulu yang bekerja itu pake WiFi fasilitas kantor yang siswa pakai WiFi sekolah. Nah, baru ini mereka dipaksa berada dari rumah, tentu ini perlu solusi serius,” kata Sukamta dalam RDPU antara Anggota Panja Pengawasan Terhadap Informasi dan ICT Dalam Masa Pandemi Covid – 19 Komisi I DPR RI dengan Operator Telekomunikasi, beberapa waktu yang lalu.

Hadir dalam rapat Direktur Utama PT Telkomsel Setyanto Hantoro, Direktur Utama PT Indosat Ahmad Abdulaziz Al-Neama dan Direktur Utama PT XL Axiata Dian Siswarini. Rapat itu membahas dukungan dan langkah strategis yang telah dilakukan oleh operator telekomunikasi dalam upaya menangani dampak pandemi Covid-19 di seluruh Indonesia.

Politisi Fraksi PKS ini menuturkan, pandemi Covid-19 telah memaksa pembatasan mobilitas masyarakat yang berdampak pada aktivitas perekonomian negara. Tak sedikit sektor industri yang terkena dampak parah, namun tidak untuk sektor telekomunikasi. Perubahan pola di tengah pandemi ini juga mempercepat peralihan dari analog ke digital.

Menurutnya, peralihan analog ke digitalisasi membutuhkan internet, sehingga perusahaan telekomunikasi sebagai penyedia layanan tentu mendapatkan manfaat. Karena itu, ia meminta kepada operator seluler untuk memangkas tarif internet lebih rendah dan melaporkan program tersebut sebagai bagian dari program Corporate Sosial Responsibility (CSR).

Legislator dapil DI Yogyakarta itu mencotohkan, jika di masyarakat ada warga yang memiliki 5 anak usia sekolah dan semuanya membutuhkan internet untuk mendukung kegiatan belajar dari rumah. Tentunya, beban komunikasi tersebut bisa melebihi konsumsi kebutuhan sehari-hari.

“Saya membayangkan, agar masyarakat ini terbantu misalnya tarif internetnya dikurangi. Ketika masyarakat pendapatannya tidak naik, bagaimana caranya agar seluruh komponen bangsa bersama saling membantu mengurangi pengeluaran masyarakat, misalnya tarif komunikasinya diturunkan,” ujar Sukamta.

Ia menambahkan, dirinya sudah menyerukan ke Pemerintah untuk memberikan internet gratis kepada masyarakat, khususmya bagi pelajar, UMKM, dan pengemudi ojek online.

“Saya sejak bulan Maret serukan kepada Pemerintah ada satu goodwill Pemerintah berikan internet gratis kepada masyarakat, khususnya pada pelajar, UMKM, pekerja ojol melalui skema tertentu. Memang pemerintah belum memberikan jawaban yes, saya harapkan bapak/ibu bisa memberikan simpati bersama untuk masyarakat,” jelasnya.

Kendati demikian, Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR RI itu tak lupa mengapresiasi langkah operator seluler yang sudah memberikan akses gratis terhadap situs web atau aplikasi belajar tertentu. “Tapi lebih bagus kasih general, tarifnya diturunkan agar beban rakyat berkurang,” tandasnya.

Menanggapi usulan pemangkasan tarif internet itu, Direktur Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, sebagai pelaku bisnis operator tentu mengejar keuntungan dan tidak lupa juga membantu masyarakat.

“Agar bisa untung sekaligus membantu masyarakat, yang kami lakukan, kami tidak menurunkan tarif secara keseluruhan, tetapi subsidi silang. Misalnya, akses ke situs belajar tertentu kami berikan 0 rating (digratiskan), untuk konten belajar tarifnya diturunkan,” paparnya.

Ia menambahkan, tujuan dari subsidi silang ini adalah agar subsidi diberikan kepada sasaran yang tepat, seperti pelajar dan mahasiswa. 

Penulis : FA|Editor : SD