IBC, JAKARTA – Sekjen Seknas Jokowi Dedy Mawardi menilai putusan No. 44 P/2019 tidak ada pengaruhnya terhadap posisi Presiden Joko Widodo saat ini. Selain itu keputusan tersebut tidak bisa digunakan untuk mendelegitimasi posisi Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024.

Hal ini disampaikan Dedy menanggapi terbitnya Putusan MA No. 44 P/2019 atas permohonan uji Materi Pasal 3 ayat 7 PKPU No. 5/2019 yang diajukan oleh Rachmawati Soekarno Putri dan kawan-kawan.

“Putusan MA itu tidak membatalkan Keputusan KPU-RI Nomor 1185/PL.02.9-KPT/06/KPU/VI/2019 tentang Penetapan Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilu 2019. Selain itu putusan tersebut hanya menyatakan bahwa pasal 3 ayat 7 PKPU Nomor 5/2019 bertentangan dengan peraturan yang lebih tinggi yakni UU No.7/2017 tentang Pemilu,” jelas Dedy dalam keterangan tertulisnya Selasa (7/7/2020).

Dedy menegaskan, bahwa yang terpenting untuk diketahui adalah Keputusan KPU-RI Nomor 1185/PL.02.9-KPT/06/KPU/VI/2019 tentang Penetapan Pasangan calon Presiden dan calon Wakil Presiden Terpilih Dalam Pemilu 2019 sudah sesuai dengan bunyi Pasal 6A UUD 1945 terkait Electoral Formula.

“Dimana Pasangan Jokowi-Maruf Amin memperoleh 85.607.363 sama dengan 55,50% dan memperoleh suara 20% di 17 Provinsi di Indonesia,” papar Dedy yang juga Jubir dari Komite Penggerak Nawacita (KPN) ini.

Bahkan Dedy menambahkan, putusan MA ini hanya membuat gaduh dan dapat dimanfaatkan pihak-pihak yang ingin mendelegitimasi Jokowi-Ma’ruf Amin yang terpilih secara sah dalam Pemilu 2019.

“Atas putusan tersebut langsung menimbulkan polemik pro dan kontra, tentu saja terkait keabsahan terpilihnya Jokowi-Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam pemilu 2019. Bagi oposan anti Jokowi tentu saja putusan MA itu menaikkan adrenalin untuk mendelegitimasi Jokowi-Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” papar Dedy.

“Padahal Putusan MA No. 44 P/HUM/2019 itu tidak bisa digunakan untuk mendelegitimasi posisi Jokowi dan Maruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2019-2024,” pungkasnya.

Penulis : FA|Editor : SD