IBC, TANGERANG SELATAN – DPC PDI Perjuangan Kota Tangerang Selatan melaporkan akun media sosial (Facebook) yang diduga mengandung ujaran kebencian ke Polres Tangerang Selatan, Banten, Senin (6/7/2020).

Sebelumnya kata Wakabid Komunikasi Politik DPC PDI Perjuangan, Rohidi Darmadi bahwa pihaknya melakukan aksi long march menuntut kepada pihak kepolisian untuk segera menangkap pelaku pembakaran bendera PDI Perjuangan di depan gedung DPR RI beberapa waktu yang lalu.

Namun kali ini lanjut dia, pihaknya melaporkan akun media sosial (Facebook) yang diduga mengandung ujaran kebencian.

“Inilah tindakan yang kita lakukan proses jalur hukum karena PDI Perjuangan pada tahun 1996 ketika pemerintahan yang otoriter mematikan demokrasi,” ujarnya.

Lebih lanjut Rohidi mengungkapkan, bahwa kalimat yang diposting akun bernama Aria Wiraraja menulis di berandanya bahwa ‘Megawati Pelaku Makar’ sedangkan akun bernama Suheri Wiguna dalam komentarnya, ‘PDI-P ternyata komunis,” sambung Rohidi.

Hal itu imbuh Rohidi, telah menciderai partai berlambang moncong putih tempatnya bernaung tersebut.

Sementara itu di tempat yang sama, Kepala Badan Bantuan Hukum dan Advokasi DPC PDI Perjuangan Tangsel, Rocky mengatakan, oleh karena itu pihaknya bersama kader yang lainnya melaporkan dugaan pelanggaran UU ITE kepada pihak kepolisian.

Menurut Rocky, postingan kalimat tersebut membuat para kader PDI Perjuangan merasa tersinggung dan merasa dirugikan. Mereka berharap aparat kepolisian, dapat segera menindaklanjuti laporannya.

“Karena ini pembelajaran juga bagi kita semua, disatu sisi kami merasa dirugikan dan disatu sisi juga masyarakat umum harus lebih hati-hati jangan mudah terprovokasi pihak-pihak yang menginginkan terpecahbelahnya bangsa ini,” tutupnya.

Penulis : IPK|Editor : YES