IBC, ASAHAN – Tidak ada suatu masalah yang tidak bisa diselesaikan, apalagi dengan jalur kekeluargaan dan mufakat.

“Sebelumnya, di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kisaran pada 7 Juli 2020, pihak BRI telah menemukan jalan tengah dengan Siti Fatimah, mantan frontliner (teller) Kantor BRI Cabang Kisaran. Dengan ini Siti Fatimah secara resmi mencabut laporan dan telah berdamai dengan pihak BRI,” kata Pemimpin Cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Kisaran Wildan Pirdaus dalam keterangan tertulinya, Rabu (8/7/2020).

Wildan mengungkapkan pihaknya mengapresiasi atas terselesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan.

“Alhamdulillah, melalui musyawarah mufakat dan dengan disaksikan oleh Disnaker setempat Saudari Siti Fatimah dan keluarga telah menerima penjelasan dari kami dan sudah terselesaikan sepenuhnya,” ucapnya.

Dari info yang dihimpun pemberhentian frontliner (teller) sesuai dengan regulasi managemen, namun demikian BRI Cabang Kisaran melakukan pendekatan secara kekeluargaan, sehingga tidak ada yang dirugikan.

Sebelumnya, Wildan mengatakan Siti Fatimah melapor ke Dinas Tenaga Kerja terkait pemberhentian dari frontliner, padahal langkah itu susuai dengan regulasi aturan manajemen BRI, yaitu masalah batas umur tidak boleh lebih dari 35 tahun untuk perpanjangan kontrak

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Industrial Disnaker Asahan Hermansyah saat dikonfirmasi awak media mengatakan semua permasalahan selesai dengan damai.

“Sesuai Undang Undang no 2 tahun 2004, permasalahan antara Siti Fatimah dengan pihak BRI Kisaran masuk kedalam perjanjian bersama dan diluar pengadilan, Alhamdulillah semuanya sudah selesai sesuai dengan yang diharapkan,” ujar Hermansyah.

Penulis : AD|Editor : YES