IBC, PELALAWAN – Ikatan keluarga masyarakat Kuala Tolam (IKM-KT) versi Abdullah Sani resmi melaporkan oknum Kepala Desa Kuala Tolam inisial Ru dan mantan kepala desa periode sebelumnya inisial EJ serta oknum pengurus Koperasi Tolam Sejahtera kepihak berwajib.

Ketiganya dilaporkan terkait dugaan melakukan penggelapan dana bagi hasil program tanaman kehidupan antara PT. SAU dengan koperasi Tolam Sejahtera sebesar Rp1,1 Milyar lebih.

Kepala Desa Kuala Tolam, Ru mengatakan dasar penghitungan bagi hasil (DBH) yang dilaporkan Abdullah Sani dan Ayub tidak benar.

“Kalau Sani menghitungnya berdasarkan 30% ia itu benar, tetapi itukan tidak ada kesepakatan yang mengharuskan dana bagi hasil harus segitu, tetapi 20%,” jelas Ru kepada IBC Biro Pelalawan melalui sambungan telepon pada Rabu (8/7/2020) siang.

Ru juga menjelaskan bahwa dana Daur tiga yang belum diserahkan ke masyarakat IKM-KT tersisa sebesar Rp156.000.000,- dan akan disalurkan melalui BPD kepada pengurus baru IKM-KT terpilih.

“Kami akan serahkan dana Daur tiga melalui BPD kepada pengurus baru IKM-KT setelah dokumen pengurus baru selesai,” katanya.

Disinggung soal adanya dua kubu pengurus IKM-KT, Ru menganggab IKM-KT versi Darlis lah yang sah dan diakui.

Selanjutnya >>>