IBC, JAKARTA – Ikatan Mahasiswa Republik Indonesia (I’M RI) melakukan aksi unjuk rasa untuk para korban penganiayaan dan penembakan yang dilakukan oleh Novel Baswedan.

Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Ikatan Mahasiswa Republik Indonesia (I’M RI) Harjono menyebutkan bahwa Novel Baswedan harus bersedia melanjutkan persidangannya dalam kasus sarang Burung Walet yang telah melalui prosea pra-peradilan.

“IMRI meminta agar kasus sarang Burung Walet dilanjutkan hingga tuntas agar tidak adalagi polemik dimasyarakat,” ujar Jono sapaan akrab Harjono dalam orasinya di depan Istana Negara, Kamis (9/7/2020).

Dirinya menegaskan IMRI melakukan aksinya bersama dengan para korban penganiayaan yang dilakukan oleh Novel Baswedan saat masih menjadi Kasat Reskrim Polres Bengkulu tahun 2004.

“Kami temani para korban yaitu Irwansyah Siregar (Bengkulu), Dedi Muryadi (Bengkulu), Dony Yefrizal Siregar (Medan) dan M. Rusli Alimsyah (Riau) yang meminta keadilan dihadapan Presiden Jokowi,” tegas Jono.

Dikesempatan yang sama, Hayum Mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) mengatakan bahwa Novel Baswedan lebih terkenal dari Maria Ozawa, dan masyarakat Indonesia menganggap dirinya sebai malaikat yang bersih.

“Opini yang dibangun ke masyarakat kalau Novel itu seperti malaikat yang bersih dan lebih terkenal dari Maria Ozawa, padahal penyidik KPK itu menyisakan kasus pemganiayaan yang menyanderanya,” urai Hayum.

Selanjutnya >>>