IBC, JAKARTA – Berbuntut panjang, Bareskrim Mabes Polri akhirnya menangkap pembobol sistem security dan data pribadi milik pegiat media sosial Denny Siregar. Tersangka FPH sebagai karyawan outsourcing Telkomsel di Surabaya, Jawa Timur.

Opini yang berkembang di publik, pegawai outsourcing itu punya hubungan khusus dengan Wahyu Budi Laksono pemilik akun @opposite6890 yang getol menyerang pemerintah dan memiliki hubungan dengan kelompok anti Pancasila.

“Jika benar opini publik itu maka pembobol data Denny Siregar itu tidak bisa anggap sebagai kasus kriminal biasa saja. Bagaimana jika yang dibobol itu data pejabat negara yang strategis yang dijual ke negara lain atau data itu digunakan untuk kepentingan kelompok politik-ideologi lain,” ujar Sekretaris Jenderal Seknas-Jokowi, Dedy Mawardi dalam rilisnya yang diterima redaksi, Minggu (12/7/2020).

Menurut Dedy melihat kasus pembobol sistem security dan data Denny Siregar tersebut tidak boleh dianggap biasa, kejahatan yang dilakukan oleh tersangka FPH masuk dalam kategori sangat bahaya bagi sistem keamanan dan kerahasiaan data warga negara yang dikelola oleh Telkomsel anak perusahan PT Telkom, Tbk (Perusaah Milik Negara).

“Disini pentingnya Menteri BUMN Erick Thohir menempatkan Komisaris dari TNI Polri dan ASN di BUMN, tujuannya tidak sekedar mengawasi dari aspek bisnis tetapi juga mengawasi perilaku para karyawan seperti FPH yang memanfaatkan BUMN untuk kepentingan politik yang tidak sejalan dengan ideologi negara republik Indonesia,” imbuh pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.

Selain itu, kata Dedy, ke depan sistem rekruitmen komisaris, direksi dan karyawan BUMN sebaiknya perlu diubah tidak hanya berdasar pada Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara (Permen BUMN) Nomor PER-03/MBU/02/2015 Tanggal 17 Februari 2015.

Tetapi sambung Dedy, hal tersebut perlu melibatkan institusi seperti BPIP dan BIN untuk memastikan calon komisaris, direksi dan karyawan tersebut satu misi dan visi dengan pemerintah serta konstitusi negara, yakni UUD 1945.

“Begitu juga dengan pihak Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini Bareskrim Polri menyidik kasus pembobol data Denny Siregar ini seperti menyelidiki kasus kriminal biasa. Kasus pembobol data karyawan outsourcing Telkomsel Surabaya ini kasus kriminal luar biasa karena menyangkut kerahasiaan dan keamanan data warga negara,” tegasnya lagi.

Oleh karena itu lanjut Juru Bicara Komite Penggerak Nawacita (KPN) ini meminta kepada Bareskrim Polri, untuk membongkar tuntas adanya hubungan khusus antara FPH dengan pemilik akun opposite serta pihak lain yang berada dibelakang mereka.

Penulis : FA|Editor : SD
Foto : Ilustrasi|InisiatifNews.com