IBC, SERPONG – Beredar luasnya video Lurah Benda Baru, Tangerang Selatan, Banten di media sosial yang mengamuk dan menendang toples (tempat makanan kecil) dihadapanya lantaran akibat calon siswa (Casis) titipannya tidak diterima di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Tangerang Selatan mendapatkan perhatian publik, khususnya Generasi Tujuh (G7) melalui Deputi Sosial Politiknya Akhrom Saleh.

Ia menilai kejadian dan sikap tidak terpuji tersebut sepatutnya tidak terjadi, apalagi di tengah krisis akibat dampak Covid-19.

“Kebijakan yang diberlakukan pemerintah pusat melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan harusnya dapat diterjemahkan dan diimplementasikan oleh para pemangku kebijakan, khususnya para pejabat di Tangerang Selatan. Bukan malah melakukan sikap tidak terpuji melakukan intervensi pihak sekolah,” ujar Akhrom melalui rilisnya, Sabtu 18 Juli 2020.

Selain itu pria yang sejak 28 tahun silam yang telah bermukim di Tangerang Selatan ini juga menyampaikan, bahwa dengan kejadian tersebut pihaknya juga mendukung pihak kepolisian untuk menegakkan hukum yang seadil-adilnya, agar dapat menjadi contoh bagi para pejabat di Kota Tangerang Selatan.

Keterangan Foto : Capture|Video Lurah Ngamuk Beredar Luas di Media Sosial Kalangan Publik Tangerang Selatan, Banten, Sabtu 18 Juli 2020.

“Kita tidak boleh juga menghakimi lurah Benda Baru, seolah-olah kita hakimnya, serahkan kepada pihak yang berwenang,” tegas Akhrom.

Ia juga menyampaikan sikap Benyamin Davnie sebagai Wakil Wali Kota Tangerang Selatan yang mengatakan di salah satu media online nasional, bahwa ia sangat menyesalkan perbuatan anak buahnya, kendati Lurah tersebut bagian dari binaan dan strukturalnya.

“Saya kira Pak Benyamin Davnie sebagai Wakil Wali Kota juga turut bertanggungjawab, ya setidaknya bertanggungjawab secara moral dan akhirat. Nggak lucu juga kalau lepas tangan, sementara kejadian itu di wilayah administratifnya,” kata pria relawan Jokowi ini.

Oleh karena itu pihaknya meminta dan mendesak pemerintah dan DPRD Kota Tangerang Selatan untuk melakukan investigatif ke bawah, khususnya sekolah-sekolah negeri di Kota Tangerang Selatan dari SD, SMP sampai dengan SMU agar adanya transparansi penerimaan murid baru.

“Saya kira sangat penting untuk investigatif memeriksa sekolah-sekolah negeri di Tangsel, itu kan semata-mata untuk transparansi dan keterbukaan publik. Ya jujur aja, dengan kejadian itu kami curiga jangan-jangan banyak murid baru yang diterima tidak sesuai zonasi tempat tinggalnya,” pungkas Akhrom.

Penulis : RK|Editor : YES