IBC, SUMSEL- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera selatan telah menangkap tiga pelaku kasus peredaran Narkoba jenis sabu dan ekstasi. Dari pelaku petugas menyita barang bukti sabu seberat 4000 gram dan 7000 butir ektasi melalui jaringan internasional yang berasal dari Malaysia pada Hari kamis (16/07/2020).

Penangkapan juga dilakukan oleh BNNP Sumatere selatan di kecamatan Babat Supat Kabupaten Musi Banyuasin sebanyak 600 gram pada hari Jum’at (17/07/2020) berasal dari Banda Aceh.

Kepala BNNP Sumatera Selatan Brigjen Pol. Jhon Turman P mengatakan penangkapan jaringan Internasional dan Nasional dilakukan di dua lokasi yang berbeda dan di hari yang berbeda.

“Penangkapan kasus jaringan internasional N (46) berdasarkan informasi mayarakat bahwa akan ada transaksi narkotika yang dibawa dari Malaysia, Batam, Tembilahan dan Jambi. kemudian dari Jambi dapat informasi dia berangkat pada hari Kamis (16/07/2020) tidak jelas memakai kendaraan mobil apa, sehingga tim brantas saya Bapak Kombes Habi Kusno dan anggota melaksanakan pemeriksaan bis-bis yang lewat, dan akhirnya pelaku ditangkap dengan barang bukti 4000 gram dalam bungkus kemasan Milo dan 7000 butir ekstasi dalam kemasan bungkus plastik yang di buat dari Cina dan akan dikirim ke tangga buntung kota palembang,” ucapnya saat konperensi pers di Kantor BNNP Sumsel, Senin (20/7/2020).

Di hari yang sama Jhon Turman mengatakan tim brantas Kombes Habi Kusno dan anggota dapat informasi dari Banda Aceh akan ada pengiriman narkotik ke kabupaten Pali dibawa oleh J (33) dan I (36) yang informasinya naik truk colt warna kuning akhirnya pada hari Jum”at (17/07/2020) diketemukanlah truc itu di rumah makan di daerah sungai lilin Kabupaten Musi Banyuasin dan memeriksa truk tersebut, akhirnya barang bukti sabu 600 gram diketemukan dalam saringan udara.

“Ketiga tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) JO pasal 131ayat (1) dan pasal 112 ayat (2) JO pasal 132 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika denfan ancaman hukuman 5 tahun penjara dan hukuman maksimum hukuman mati,” ujarnya.

Selanjutnya Jhon Turman P mengatakan mudah- mudahan dengan dituntutnya pelaku ini hukuman mati akan menjadi efek jera bagi pelaku-pelaku pengedar narkoba yang lain.

“Sehingga wilayah Sumatera selatan akan bersih dari narkoba, dan meminta kepada mayarakat untuk bekerja sama dalam pemberantasan perederan narkoba tutupnya.

Penulis : Zul | Editor : YES